Bukan Cuma Guru, Orang Tua Ambil Peran Mengajar di Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Ruang kelas bukan lagi satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak. Menguatkan konsep tersebut, bukan cuma guru, orang tua ambil peran mengajar di Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (5/11/2026). Program unik yang memasuki tahun keenam pelaksanaan ini menghadirkan suasana belajar berbeda. Para wali murid mendadak beralih peran menjadi guru seharian di depan kelas.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menegaskan bahwa sekolah berupaya membuka ruang pengalaman seluas-luasnya bagi para murid. Melalui program tahunan ini, anak-anak belajar langsung dari praktisi yang tidak lain adalah orang tua mereka sendiri.
“Kami menyelenggarakan Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo selama enam tahun berturut-turut. Tujuan utamanya agar anak-anak memperoleh pengalaman nyata dari bermacam profesi dan keterampilan,” ujar Sri Sayekti saat membuka acara di Aula Sekolah Sehat.
Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah untuk Pendidikan Karakter
Seluruh rangkaian kegiatan Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo ini murni melibatkan orang tua siswa sebagai pengajar utama. Mereka membagikan wawasan, pengalaman kerja, hingga praktik keterampilan secara langsung. Sri Sayekti menilai, bentuk kolaborasi orang tua dan sekolah menjadi kunci utama dalam membentuk pendidikan karakter anak yang unggul serta berprestasi.
Langkah ini sekaligus mengoptimalkan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ke depan, program kolaboratif tersebut juga disiapkan untuk mendukung agenda pemerintah terkait Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
“Program SSK menggabungkan pendidikan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di lingkungan sekolah,” tutur Sri Sayekti menambahkan.
Dari Pembuat Batik hingga Barista Cilik
Materi dalam Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo tersaji sangat beragam dan interaktif. Para siswa belajar membuat batik jumputan, mengenal dunia usaha bersama Pukis Badran, merangkai buket, menghias donat, hingga cooking class bersama SFA Steak.
Tidak hanya sektor kuliner, anak-anak juga mengenal profesi modern seperti barista cilik, apoteker, hingga konten kreator. Edukasi literasi keuangan pun masuk dalam kurikulum sehari ini. Para murid mempraktikkan cara menyimpan uang dengan aman, mulai dari celengan hingga menabung di bank.
“Anak-anak tidak cuma menyerap teori, tetapi langsung mempraktikkannya. Kami berharap mereka semakin percaya diri, kreatif, dan bersemangat mengejar cita-cita,” kata Sri Sayekti.
Edukasi Karakter, Kesehatan, dan Kepedulian Lingkungan
Selain keterampilan praktis, Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo menyisipkan pesan pencegahan bullying, dongeng keteladanan Nabi Muhammad SAW, gaya hidup halal, serta kampanye menjaga ekosistem laut.
Kesadaran lingkungan juga terasah melalui kreasi daur ulang kain perca bertajuk Si Owl Perca Gemoy. Kegiatan seni ini mengusung pesan kepedulian lingkungan: “Satu Perca Terselamatkan, Satu Bumi Tersenyum”. Suasana makin meriah saat para siswa berkesempatan mencoba olahraga sepatu roda hingga mengenal reptil secara aman.
Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, yang memandu pembukaan acara menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pendidikan.
“Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo membawa pesan penting bahwa mendidik anak bukan cuma tugas guru. Orang tua punya peran besar untuk menyalakan mimpi anak melalui empat pusat pendidikan: keluarga, sekolah, masyarakat, dan media,” pungkas Dwi Jatmiko.
Kontributor: Dwi Jatmiko MPd.
Editor: Akmal



