Cegah Darah Tinggi Alami, Mahasiswa UMP Resmikan Kebun TOGA Anti Hipertensi di Banyumas
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Tim PPK Ormawa HMPSIK Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meresmikan Kebun TOGA Anti Hipertensi di Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Langkah inovatif ini hadir sebagai solusi konkret untuk menekan angka penderita darah tinggi sekaligus memanfaatkan potensi lokal desa. Oleh karena itu, pembukaan pusat edukasi tanaman herbal ini berlangsung meriah pada Kamis (23/7/2026).
Fasilitas kesehatan berbasis masyarakat ini berdiri di kawasan Mina Pisang dan menyatu dengan area kebun melon BUMDes Kebocoran. Selain berfungsi sebagai lahan budidaya, lokasi ini menjadi pusat edukasi warga setempat. Melalui program ini, masyarakat belajar menanam serta merawat tanaman obat keluarga sebagai obat alami hipertensi.
Selanjutnya, berbagai pemangku kepentingan hadir mengawal pembentukan Kebun TOGA Anti Hipertensi tersebut. Dosen UMP, Pemerintah Desa Kebocoran, pengurus BUMDes, bidan desa, hingga kader kesehatan berkomitmen penuh mendukung program ini. Di samping itu, Tim GEMA HATI turut mendampingi warga agar pengelolaan kebun terus berjalan secara berkelanjutan.
Inovasi Siram Otomatis dan Jenis Tanaman Herbal
Prosesi peresmian Kebun TOGA Anti Hipertensi diisi dengan aksi penanaman bibit secara simbolis oleh perwakilan dosen UMP dan pemerintah desa. Sementara itu, Kepala Bidang Kebun TOGA, Dxaky Arhabi, menjelaskan bahwa aksi simbolis ini menandai penyerahan pengelolaan kebun kepada masyarakat setempat.
Kemudian, warga mulai menanam beragam jenis tanaman obat keluarga yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Jenis tanaman herbal tersebut meliputi rosella, sereh, kemangi, seledri, hingga bawang putih tunggal. Seluruh tanaman ini terbukti efektif menjadi obat alami hipertensi yang mudah warga rawat.
Guna memudahkan perawatan tanaman, tim mahasiswa melengkapi area kebun dengan inovasi sistem penyiraman otomatis. Kehadiran teknologi ini membuat penanganan Kebun TOGA Anti Hipertensi menjadi jauh lebih efisien. Hasilnya, area kebun kini menyediakan sarana relaksasi yang bebas diakses warga untuk melepas penat.
Sinergi Akademisi dan Masyarakat Desa
Perwakilan Tim PPK Ormawa HMPSIK UMP, Raditya Adhi, berharap masyarakat Desa Kebocoran aktif merawat fasilitas kesehatan herbal ini. Sebab, pengelolaan secara mandiri akan menjaga kelestarian kebun dalam jangka panjang.
“Kami berharap inisiatif ini terus berkembang dan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal secara berkelanjutan,” ujar Raditya Adhi.
Pada akhirnya, keberadaan Kebun TOGA Anti Hipertensi menandai sinergi kuat antara akademisi UMP, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Kolaborasi lintas sektor ini terbukti ampuh mewujudkan lingkungan asri sekaligus menekan risiko penyakit darah tinggi pada masyarakat secara alami.
Kontributor: Chy
Editor: Akmal



