Lawan Stigma Kultural, PWM Jateng Resmi Bentuk Gerakan Qori Muhammadiyah
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah resmi menginisiasi gerakan Qori Muhammadiyah untuk memperkuat dakwah kultural persyarikatan. Langkah strategis ini lahir dari gagasan para pegiat tilawah Al-Qur’an yang berkomitmen melestarikan seni baca Al-Qur’an secara terstruktur.
Para pegiat tilawah Al-Qur’an menggelar pertemuan bersejarah di Aula SMP Muhammadiyah 4 Kota Semarang pada Jumat (28/8/2026). Pertemuan perdana gerakan Qori Muhammadiyah ini berhasil menyatukan para pelantun ayat suci yang selama ini bergerak secara terpisah.
Pesan Strategis KH Tafsir
Inisiator komunitas, Yuliyansah Masyhar (Yayan), mengungkapkan bahwa pembentukan gerakan Qori Muhammadiyah berawal dari arahan Ketua PWM Jateng, Dr. KH. Tafsir, M.Ag. Kiai Tafsir berpesan agar keahlian seni baca Al-Qur’an tidak berhenti pada pencapaian individu semata.
Yayan kemudian mengumpulkan para pelantun kalam Ilahi melalui penelusuran digital. Ia mengamati rekam jejak digital para pembaca Al-Qur’an melalui kanal YouTube dan siaran langsung agenda resmi organisasi.
Penguatan Dakwah Kultural Persyarikatan
Gerakan Qori Muhammadiyah menjadi jawaban atas kebutuhan dakwah kultural Muhammadiyah yang makin dinamis. Kiai Tafsir menegaskan bahwa kualitas pembacaan tilawah Al-Qur’an mencerminkan wajah persyarikatan di hadapan publik.
Kehadiran gerakan Qori Muhammadiyah ini diproyeksikan mampu mencetak generasi pelantun ayat suci yang handal di Jawa Tengah. Langkah ini sekaligus membuktikan komitmen serius Muhammadiyah dalam merawat tradisi mulia seni baca Al-Qur’an di Indonesia.
Kontributor: Albari
Editor: Akmal



