Kasta Tertinggi! SD Muhammadiyah PK Solo Raih Predikat Unggul Utama Nasional

PWMJATENG.COM, SOLO – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo resmi menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanannya. Berdasarkan SK Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Nomor: 173/SK/I.4/F/2026, sekolah ini dianugerahi Predikat Unggul Utama, kategori tertinggi bagi sekolah/madrasah Muhammadiyah di tingkat nasional tahun 2026.
Capaian luar biasa ini menjadi kado terindah bagi milad ke-26 sekolah yang jatuh pada tahun ini. Predikat ini menegaskan posisi SD Muhammadiyah PK Kottabarat sebagai salah satu sekolah dasar rujukan terbaik di Indonesia dalam jaringan pendidikan Muhammadiyah.
Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, menyampaikan bahwa raihan ini adalah hasil dari soliditas dan kerja keras kolektif. “Pencapaian ini adalah buah kerja ikhlas keluarga besar sekolah. Unggul Utama bukan sekadar status administratif, melainkan pengakuan atas komitmen kami menghadirkan pendidikan yang mencerahkan dan berkemajuan,” ungkapnya penuh syukur.
Selama lebih dari dua dekade, sekolah ini terus bertransformasi, mulai dari inovasi kurikulum, penguatan karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), hingga tata kelola kelembagaan yang modern.
Merayakan momentum ini, sekolah akan menggelar agenda refleksi strategis pada Selasa (10/3/2026). Menariknya, acara ini akan menghadirkan sosok sentral, Mohamad Ali, kepala sekolah pertama yang kini menjabat Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Solo.
Kehadiran tokoh pendiri ini diharapkan mampu memperkuat nilai historis sekaligus memantik inspirasi untuk langkah positioning sekolah ke depan. “Kami sedang merancang rebranding untuk menjawab dinamika pendidikan global, agar sekolah tetap kokoh dalam nilai namun progresif dalam inovasi,” tambah Nursalam.
Dengan raihan predikat ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo semakin mantap melangkah sebagai mercusuar pendidikan di Kota Solo, siap mencetak generasi unggul yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.
Kontributor: Muhamad Arifin | Humas
Editor: Al-Afasy



