Jadi Pahlawan Cilik! Siswa KB Surya Cendekia Kandangan Taklukkan Tantangan di Markas Damkar Temanggung

PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG – Suara tawa ceria dan riuh tepuk tangan anak-anak memecah suasana di halaman Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Temanggung, Rabu (11/2). Sebanyak puluhan siswa dari Kelompok Bermain (KB) Surya Cendekia Malebo Kulon, Kandangan, mengikuti Outing Class bertema edukasi penyelamatan dan ketangkasan.
Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan implementasi kurikulum berbasis pengalaman untuk mengenalkan profesi penyelamat serta melatih keberanian siswa sejak usia emas (golden age).
Kepala Sekolah KB Surya Cendekia, Ibu Farlina Yuni Rachmawati, S.Pd., menyatakan bahwa praktik langsung jauh lebih efektif daripada sekadar teori di kelas.
“Kami ingin anak-anak melihat langsung bahwa pahlawan itu nyata ada di sekitar kita. Melalui interaksi dengan petugas dan alat-alatnya, kami membentuk karakter tangguh serta peduli lingkungan pada diri siswa,” ujar Ibu Farlina.
Dalam sesi “Damkar Class”, petugas memberikan edukasi dengan bahasa yang jenaka dan mudah dipahami. Anak-anak dikenalkan pada sarana prasarana mobil pemadam, mulai dari baju tahan panas hingga helm pelindung.
Sesi yang paling mencuri perhatian adalah Animal Rescue. Siswa diberi pemahaman bahwa tugas Damkar tidak hanya menjinakkan api, tetapi juga mengevakuasi hewan liar yang membahayakan warga, seperti ular atau sarang tawon. Hal ini mengajarkan anak-anak untuk tetap tenang dan segera melapor kepada orang dewasa saat melihat potensi bahaya.
Keseruan memuncak saat memasuki Outbond Time. Beberapa pos simulasi yang menantang meliputi:
- Pemadaman Tradisional: Aksi memadamkan api kecil menggunakan karung goni basah.
- Evakuasi Darat dan Rawa: Simulasi menyelamatkan diri di berbagai medan untuk melatih motorik kasar.
- Pemadaman Modern: Puncak acara di mana siswa memegang nozzle (ujung selang) dan menyemprotkan air layaknya petugas profesional.
Meski basah kuyup, tidak tampak raut ketakutan. Para siswa justru berebut mencoba menyemprotkan air sambil berteriak kegirangan di tengah cipratan air.
Kegiatan berakhir pukul 12.00 WIB dengan rasa puas. Ibu Farlina berharap pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. “Harapan kami, mereka pulang dengan rasa hormat tinggi terhadap profesi penyelamat dan memahami dasar-dasar keselamatan diri,” tutupnya.
Editor: Al-Afasy



