International Ramadan Gathering UMS: Wujud Nyata Kampus Inklusif yang Mendunia

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS menjadi saksi harmoninya keberagaman global dalam agenda International Ramadan Gathering 2026, Rabu (4/3). Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) ini tidak hanya menjadi ajang buka puasa bersama, tetapi juga ruang monitoring dan evaluasi (Monev) bagi mahasiswa asing yang menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Para peserta berasal dari berbagai jalur beasiswa bergengsi, mulai dari International Priority Scholarship (IPS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), hingga The Indonesian Aid Scholarship.
Direktur DRKUI UMS, Nurgiyatna, Ph.D., menegaskan bahwa momentum Ramadan digunakan universitas untuk mendengar langsung suara mahasiswa internasional mengenai proses adaptasi dan kendala akademik mereka.
“Kami ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan penuh, baik dari program studi maupun lingkungan kampus. Secara umum, mahasiswa merasa nyaman dan terbantu dengan sistem pembelajaran di UMS,” jelas Nurgiyatna, Kamis (5/3).
Suasana penuh keakraban terasa saat para mahasiswa berbagi kisah budaya. Noor Ul Ain, mahasiswa asal Pakistan, mengaku terkesan dengan fenomena “War Takjil” di Indonesia yang tidak ia temukan di negaranya.
“Ini Ramadan pertama saya di Indonesia. Suasana meriah saat orang-orang menjual takjil menjelang berbuka adalah pengalaman yang sangat unik bagi saya,” ungkap Noor dengan antusias.
Kesan mendalam juga disampaikan oleh Alwi Ahmed, mahasiswa asal Kenya. Ia menyebut acara ini sebagai agenda yang fenomenal dan spektakuler. “Kegiatan ini benar-benar bringing diversity together. Kami dari berbagai negara dapat berkumpul dan berbuka puasa dalam suasana yang sangat hangat dan inklusif,” tuturnya.
Melalui pertemuan ini, DRKUI UMS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi komunitas internasional. Sinergi antara prestasi akademik dan pertukaran budaya diharapkan dapat memperkuat posisi UMS sebagai kampus kelas dunia yang ramah terhadap keberagaman dan inklusivitas.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mencerminkan semangat satu komunitas internasional di bawah naungan kampus berkemajuan.
Kontributor: Wawan | Humas
Editor: Al-Afasy



