Bawa Inovasi Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa UMS Raih Juara 2 Nasional
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Talenta muda Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, Tim Sobat Ceria sukses menyabet Juara 2 Nasional Kategori Jasa dan Perdagangan dalam ajang Expo dan Kompetisi Kewirausahaan Nasional (EKKN) ke-4 tahun 2026 di Universitas Tidar, Magelang. Keberhasilan tersebut mereka raih berkat inovasi layanan yang berfokus pada stimulasi tumbuh kembang anak
Kelompok berprestasi ini beranggotakan Deswita Winna Irshandy, Fatimah Azzahroh, dan Meisya Haya Anaswa. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2023 dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) FKIP UMS. Oleh karena itu, dalam kompetisi bergengsi tersebut, mereka harus bersaing ketat dengan ratusan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Solusi Pengasuhan di Era Digital
Gagasan kreatif ini bermula dari kepedulian mereka terhadap pola asuh anak usia dini yang kian menantang. Ketua tim, Deswita Winna Irshandy, menyebutkan bahwa ruang stimulasi aman bagi anak kini semakin terbatas. Selain itu, paparan gawai yang masif sering kali mengikis interaksi langsung antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, Sobat Ceria hadir menawarkan program stimulasi yang terintegrasi dan ramah keluarga demi mengatasi problem era digital tersebut.
Layanan edukasi ini memadukan metode play-based learning atau belajar lewat bermain dengan pendekatan mindfulness. Melalui kombinasi unik ini, tim berusaha melatih emosi dan kefokusan anak sejak dini. Selanjutnya, penyelarasan metode tersebut terbukti efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik pada aspek kognitif, sosial, maupun emosionalnya.
Mengembangkan Model Pendidikan Inklusif
Keunggulan lain dari Sobat Ceria terletak pada komitmen mereka terhadap prinsip pendidikan inklusif. Melalui pendekatan holistik, mereka sengaja merancang program ini agar mampu merangkul semua anak tanpa batas, termasuk anak berkebutuhan khusus. Hasilnya, proses belajar mengalir dengan menyenangkan melalui pelibatan aktif orang tua lewat konsep family co-creation.
Meskipun idenya mendapat pujian dari dewan juri, perjalanan mereka menuju podium juara tetap menghadapi tantangan bisnis yang nyata. Tim pendidik muda ini sempat kesulitan mengubah program berorientasi sosial menjadi model bisnis yang mandiri dan berkelanjutan. Namun, berkat formula kolaborasi orang tua yang terstruktur, mereka akhirnya berhasil melewati tantangan tersebut dengan baik.
Pendampingan Kampus dan Target ke Depan
Di sisi lain, sinergi dan dukungan penuh dari pihak kampus menjadi kunci penting di balik kesuksesan besar ini. Universitas Muhammadiyah Surakarta memfasilitasi pendanaan melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI). Kampus menyuntikkan modal awal lewat Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Tidak hanya itu, dosen ahli Dr. Choiriyah Widyasari, S.Psi., M.Psi. juga mendampingi proses inkubasi bisnis mereka secara intensif.
Setelah sukses membawa pulang piala juara, Tim Sobat Ceria tidak lantas berpuas diri. Sebaliknya, mereka kini tengah mempersiapkan strategi ekspansi pasar dengan memanfaatkan platform teknologi digital. Pihak tim juga menargetkan kemitraan yang lebih luas dengan berbagai lembaga PAUD di Indonesia agar dampak positifnya terasa nyata.
Melalui raihan prestasi ini, Deswita berharap langkah mereka bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berinovasi. Mahasiswa UMS harus percaya diri dalam menciptakan peluang usaha baru sejak bangku kuliah. Sebab, tujuan utamanya bukan sekadar mengejar kemenangan kompetisi, melainkan melahirkan solusi nyata demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak di Indonesia.
Kontributor: Adi
Editor: Alafasy



