Berita

Kuasai AI dan Media Sosial, Humas SD Muhammadiyah 1 Solo Ikuti Akademi Dakwah Digital MUI

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Dwi Jatmiko, Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, resmi mengikuti program Akademi Dakwah Digital MUI Batch 1. Langkah strategis ini menjadi upaya memperkuat kompetensi dakwah berbasis teknologi masa kini. Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia menggelar pelatihan digital tersebut secara daring sejak Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pelatihan berkala ini berlangsung hingga 17 Oktober 2026 mendatang. Selama 12 kali pertemuan, para peserta mempelajari kombinasi pemahaman keislaman, etika, hingga teknik produksi konten. Tak hanya itu, peserta juga mendalami pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) secara optimal.

Penguasaan AI dan Konten Digital

“Saya bangga mengikuti Akademi Dakwah Digital MUI,” kata Jatmiko pada Minggu, 9 Agustus 2026. Menurut Jatmiko, peningkatan kapasitas SDM berbasis media digital dan AI sangat krusial. Hal tersebut penting demi mewujudkan dakwah profesional, inovatif, serta bermanfaat bagi umat.

Pada pertemuan perdana, peserta membedah Fiqh Dakwah bersama Ketua Komisi Dakwah MUI, Saiful Bahri. Selain itu, Nur Ihsan Zaidi turut membekali peserta mengenai Kode Etik Dakwah Digital. Materi awal ini menjadi fondasi penting sebelum peserta melangkah ke teknis produksi media.

Materi pelatihan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan era digital. Peserta belajar merancang skrip video, menguasai teknik rekaman, hingga mengelola konten reels dan shorts. Di samping itu, kurikulum juga mencakup teknik podcast, live streaming, pembuatan infografis, hingga penggunaan AI sebagai alat dakwah digital.

Ujung Tombak Dakwah Modern

Seluruh rangkaian program ini akan berakhir pada 17 Oktober 2026. Panitia menjadwalkan agenda penutupan melalui taujihat dan pengesahan kelulusan di Aula MUI. Sebelum lulus, para peserta wajib menyelesaikan tahapan post-test secara langsung.

Jatmiko berharap ilmu baru tersebut dapat memperkuat komunikasi publik di lembaga pendidikannya. Ia menilai perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Dengan demikian, pesan keislaman dapat tersampaikan secara kreatif, santun, dan edukatif kepada generasi muda.

Dakwah digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan cara menghadirkan nilai kebaikan yang relevan,” tegas Jatmiko. Sebagai pengelola kehumasan sekolah, ia berkomitmen menjadikan sekolah Muhammadiyah sebagai ujung tombak dakwah Islam yang responsif terhadap zaman.

Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/