Hapus Kata ‘Semoga’ dalam Doa: Pesan Mendalam Ustaz Sulay di Kajian Ahad Wadas

PWMJATENG.COM, KENDAL – Persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di Ranting Muhammadiyah Wadas dimulai dengan penguatan fondasi batin. Dalam Kajian Ahad Pagi di Majelis Taklim Ranting Wadas, Ahad (8/2/2026), Ustaz Sulay dari Darul Arqom Patean membedah rahasia doa yang mustajab dan manajemen waktu menuju bulan suci.
Ustaz Sulay memberikan sorotan khusus pada cara hamba berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Menurutnya, keraguan adalah penghalang utama terkabulnya doa.
“Ketika berdoa lalu kita mengatakan ‘semoga’, itu menunjukkan masih ada celah keraguan di hati. Padahal, Allah Maha Mendengar. Berdoalah dengan keyakinan penuh bahwa Allah pasti mengabulkan,” tegas Ustaz Sulay di hadapan puluhan jamaah.
Menjelang Ramadhan, Ustaz Sulay mengibaratkan proses pembinaan iman sebagai siklus pertanian spiritual. Jika bulan Rajab adalah masa menanam bibit amal, maka Syakban adalah masa untuk memperkuat dan menjaga konsistensi.
“Syakban adalah waktu menyiram iman dan menjaga istiqamah. Sedangkan Ramadhan adalah masa panen. Jangan berharap panen raya jika kita tidak pernah menyiram tanaman ibadah kita di bulan Syakban ini,” jelasnya secara analogis.
[Image showing the Rajab-Syakban-Ramadhan timeline: Planting (Rajab), Watering (Syakban), and Harvesting (Ramadhan)]
Selain aspek batin, Ustaz Sulay juga mengingatkan jamaah mengenai tuntunan puasa di akhir Syakban. Beliau melarang jamaah sengaja berpuasa satu-dua hari sebelum Ramadhan (hari syak), kecuali bagi mereka yang sudah memiliki rutinitas puasa sunnah seperti Senin-Kamis atau Daud.
Edukasi ini penting agar jamaah menjalankan ibadah sesuai dengan koridor syariat yang benar. Kajian ini ditutup dengan semangat refleksi kolektif untuk memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas ibadah secara bertahap demi menyambut “masa panen” di bulan Ramadhan nanti.
Kontributor: Nila | Humas
Editor: Al-Afasy



