Halalbihalal Muhammadiyah Pemalang, KH Tafsir Tekankan Pentingnya Memaafkan dan Persatuan Umat

PWMJATENG.COM, PEMALANG — Muhammadiyah Kabupaten Pemalang menggelar Halalbihalal pada Ahad, 29 Maret 2026, di Gedung DPRD Kabupaten Pemalang. Dalam kegiatan itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menekankan pentingnya saling memaafkan, memperkuat persatuan umat, dan menumbuhkan akhlak sosial.
Dalam tausiahnya, KH Tafsir menjelaskan bahwa halalbihalal merupakan tradisi khas masyarakat Muslim Indonesia yang memiliki nilai syariah dan sosial yang kuat. Menurutnya, meski tidak ada dalil khusus yang secara literal memerintahkan halalbihalal pada bulan Syawal, tradisi itu selaras dengan semangat Islam dalam memperbaiki hubungan antarsesama.
Makna Halalbihalal Menurut KH Tafsir
Ia mengatakan, setelah sebulan penuh umat Islam membersihkan diri di hadapan Allah SWT melalui ibadah puasa Ramadan, bulan Syawal menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
“Bersih kepada Allah cukup dengan ibadah, satu arah. Tetapi bersih kepada sesama manusia tidak cukup satu arah, harus ketemu langsung; satu minta maaf, yang satunya memberi maaf,” ujar KH Tafsir.
Menurut dia, saling memaafkan dan merajut kembali hubungan yang renggang bukan perkara mudah. Karena itu, halalbihalal harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh membangun kembali ukhuwah.
“Halalbihalal mboten pekerjaan ringan tapi pekerjaan berat, buktinya Bapak Ibu tidak mudah rukun kembali setelah konflik,” katanya.

KH Tafsir juga mengajak jamaah membiasakan akhlak yang menghadirkan kedamaian sosial. Salah satunya ialah memperbanyak sikap menghargai dan memuji kebaikan orang lain daripada mencela.
Menurutnya, kebiasaan melafalkan pujian kepada Allah semestinya tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku yang menebarkan kebaikan kepada sesama.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat kondisi tertentu yang diberi keringanan dalam bertutur demi kemaslahatan, seperti saat peperangan, mendamaikan pihak yang bertikai, dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Penjelasan ini disampaikan dalam konteks pentingnya menjaga hubungan sosial dan menghindari konflik yang lebih besar.
Singgung Kalender Hijriah Global Tunggal
Dalam kesempatan yang sama, KH Tafsir turut menyinggung sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai diperkenalkan Muhammadiyah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari ijtihad panjang untuk mendorong kesatuan penanggalan Islam di tingkat global.
“Muhammadiyah ingin memulai supaya seluruh umat Islam di dunia punya satu kalender sehingga umat Islam seluruh dunia awal Ramadannya sama, umat Islam seluruh dunia Idulfitrinya sama,” ujarnya.
Halalbihalal Muhammadiyah Pemalang ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga sarana meneguhkan semangat persatuan umat, akhlak mulia, dan visi keislaman yang lebih luas.
Editor: Al-Afasy



