Berita

Muhammadiyah dan NU Jepara Bersatu dalam Halalbihalal, Santunan Anak Yatim Warnai Kebersamaan

PWMJATENG.COMJEPARA — Ribuan jamaah memadati Gedung Wanita Jepara dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara bersama Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara, Selasa, 7 April 2026, bertepatan dengan 19 Syawal 1447 H.

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pimpinan dan warga Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta masyarakat Kabupaten Jepara. Hadir pula Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda Jepara Ary Bachtiar, dan organisasi perangkat daerah terkait.

Lebih dari 1.000 jamaah hadir dengan mengenakan pakaian serba putih yang melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah Ramadan. Suasana kebersamaan juga terasa dengan kehadiran 100 anak yatim dari panti asuhan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang menerima santunan.

Kehadiran anak-anak yatim tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial di tengah suasana Syawal. Momentum ini sekaligus menegaskan dakwah kedua organisasi Islam itu tidak hanya diwujudkan dalam ceramah, tetapi juga dalam aksi sosial nyata.

Acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an oleh Ananda Johan Albiano. Selanjutnya, paduan suara gabungan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Jepara membawakan lagu Indonesia Raya dan Mars Jepara yang menambah suasana khidmat dan nasionalis.

Ketua panitia, KH Fachrurrozi, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jepara atas dukungan terhadap penyelenggaraan acara, khususnya pada program santunan anak yatim yang disebut baru pertama kali diadakan dalam rangkaian halalbihalal bersama ini.

Ia berharap Jepara terus berkembang menjadi daerah yang maju, kondusif, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Ketua PDM Kabupaten Jepara juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, halalbihalal ini menjadi sarana penting untuk mempererat persatuan umat Islam, khususnya antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dalam membangun Jepara yang damai dan sejahtera.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tahunan ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah.

Dalam sambutannya, Bupati Jepara menyampaikan rasa syukur dapat hadir di tengah masyarakat Jepara. Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali tradisi Megengan sebagai bagian dari penyambutan bulan Ramadan, yang nantinya diisi dengan bazar dan pesta rakyat.

Selain itu, Bupati memohon doa agar dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk memperhatikan anak yatim dan fakir miskin serta mendorong Jepara menjadi daerah yang makmur, unggul, dan berkah.

Ia juga menekankan empat hal penting dalam kepemimpinan, yakni dukungan doa dari para ulama, amanah dalam menjalankan tugas, kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin, serta menjauhi sifat kikir sebagai pejabat publik.

Di akhir acara, Rais Syuriah PCNU Jepara 2021–2026, KH Khayatun Abdullah Hadziq, dalam tausiyahnya menyampaikan harapan agar Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Jepara terus bersatu dan bersinergi dalam mengawal program kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan halalbihalal bersama ini telah berlangsung selama sembilan tahun terakhir. Karena itu, ia berharap ukhuwah Islamiyah yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi menjaga stabilitas dan kemajuan Jepara.

“Jangan sampai ada kerenggangan antara warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, khususnya para pemimpinnya. Karena keduanya adalah kekuatan besar bagi Jepara agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” pesannya.

Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan umat Islam di Jepara dalam mendukung pembangunan daerah menuju Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius.

Acara ditutup dengan foto bersama anak-anak yatim dan piatu, kemudian dilanjutkan dengan bersalam-salaman antara tamu undangan dan jamaah yang hadir.

Kontributor: Dina Setyaningsih
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/