Edukasi Gizi Seimbang: Mahasiswa UMS Sasar Anak Perantauan di Malaysia
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Mahasiswa KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar aksi sosial di luar negeri. Kali ini, Dhini Hilyati, mahasiswi Program Studi Ilmu Gizi UMS, memberikan edukasi gizi seimbang kepada anak-anak perantauan Indonesia. Kegiatan interaktif tersebut berlangsung meriah di Sanggar Bimbingan (SB) Kelana Jaya, Malaysia.
Melalui program kerja kesehatan ini, Dhini mengenalkan kampanye Isi Piringku Kemenkes secara kreatif. Sebanyak tujuh murid sanggar tampak duduk lesehan dengan antusias untuk menyerap materi. Pihak mahasiswa sengaja merancang agenda ini agar anak-anak di perantauan mulai memahami pentingnya pola makan sehat sejak dini.
Detektif Cilik Membaca Label Makanan
Suasana kelas seketika berubah menjadi riuh penuh semangat saat sesi pengenalan label kemasan dimulai. Alih-alih sekadar memaparkan teori yang membosankan, Dhini langsung membagikan camilan kemasan kepada setiap anak sebagai media belajar nyata. Langkah cerdas ini menantang para murid untuk menemukan letak informasi nilai gizi serta tanggal kedaluwarsa sebelum menyantapnya.
“Saya sengaja memakai produk yang mereka pegang sendiri agar proses edukasi gizi seimbang ini terasa nyata. Jika hanya penjelasan di papan tulis, anak-anak mungkin cepat lupa,” ujar Dhini pada Selasa (23/6/2026).
Aksi seru tersebut mengubah para murid menjadi layaknya detektif cilik yang teliti. Mereka membolak-balik kemasan dengan serius demi berburu tulisan kecil di balik bungkus makanan. Melalui stimulasi taktil seperti ini, pihak penyelenggara berharap para siswa akan terbiasa mengecek kualitas produk sebelum berbelanja kelak.
Permainan Interaktif Komponen Isi Piringku
Setelah memahami isi label, anak-anak melanjutkan kegiatan lewat permainan menempel komponen gizi sehat. Dhini telah menyiapkan beragam potongan gambar makanan yang mewakili empat kelompok pangan utama. Komponen tersebut meliputi lauk pauk, makanan pokok, buah-buahan, serta sayur mayur.
Setiap peserta didik mendapat giliran untuk menempelkan gambar tersebut pada lingkaran piring besar di dinding. Murid lain yang sedang mengantre juga tidak henti-hentinya memberikan pemandu arah dan dukungan kepada temannya. Kolaborasi manis ini membuat suasana belajar kelompok terasa semakin hidup dan menyenangkan.
Rangkaian agenda KKN Internasional UMS ini menjadi bukti nyata bahwa penyuluhan kesehatan tidak melulu harus kaku. Melalui kreativitas, materi yang berat dapat tersampaikan secara sederhana namun efektif. Dhini berharap pemahaman mengenai edukasi gizi seimbang ini melekat kuat dan melahirkan kebiasaan sehat baru di lingkungan keluarga perantau.
Kontributor: Maysali
Editor: Ayma



