Hadiri Rakornas LDK Muhammadiyah 2026, Ahmad Luthfi Perkuat Collaborative Government untuk Pembangunan Jawa Tengah
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya penerapan collaborative government atau pemerintahan kolaboratif. Ia mengajak organisasi kemasyarakatan untuk terlibat aktif dalam menuntaskan persoalan sosial. Hal tersebut menjadi poin utama saat Gubernur menghadiri pembukaan Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis (29/1/2026).
Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sipil menjadi kunci agar kebijakan tepat sasaran. Momentum Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan program dakwah dengan visi kesejahteraan daerah.
Baca Juga: Di Rakornas LDK Muhammadiyah 2026, Zulkifli Hasan Menko Pangan Soroti Pentingnya Keberpihakan Sosial
“Jawa Tengah wajib menerapkan collaborative government. Kita tidak bisa berdiri sendiri untuk mewujudkan target Pembangunan Jawa Tengah 2026. Maka dari itu, kami menggandeng organisasi keagamaan melalui forum Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 ini,” ujar Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Selain itu, ia memuji peran dai komunitas sebagai ujung tombak yang menyentuh lapisan masyarakat terbawah. Kehadiran para dai membantu negara menyampaikan pesan pembangunan secara lebih efektif. Di sisi lain, Gubernur juga memaparkan keberhasilan swasembada pangan 2026 yang mencapai 9,5 juta ton. Capaian ini selaras dengan turunnya angka kemiskinan menjadi 9,48 persen.
Selanjutnya, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muhammad Arifin, merespons positif ajakan kolaborasi tersebut. Dalam agenda Rakornas LDK Muhammadiyah 2026, ia menegaskan bahwa dakwah kini lebih fokus pada penguatan sosial. Mengusung tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu”, forum ini bertujuan menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sebagai penutup, seluruh pihak berharap hasil dari Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 mampu memperkuat kerja sama antara Muhammadiyah dan pemerintah. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh warga.
Editor: Al-Afasy



