BeritaNasional

Di Rakornas LDK Muhammadiyah 2026, Zulkifli Hasan Menko Pangan Soroti Pentingnya Keberpihakan Sosial

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan Menko Pangan, mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang konsisten menjaga spirit Al-Ma’un melalui forum strategis Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis malam (29/1/2026). Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa dakwah berbasis nilai Al-Ma’un memiliki peran krusial untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus membela kepentingan rakyat kecil.

Al-Ma’un sebagai Ideologi Ketahanan Pangan

Menurut Zulkifli Hasan, dakwah tidak boleh berhenti pada penyampaian pesan keagamaan semata. Sebaliknya, dakwah harus hadir sebagai kekuatan nyata yang berpihak kepada kaum mustadh’afin. Ia menilai spirit Al-Ma’un sangat relevan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan rakyat kecil yang menjadi fokus pemerintah saat ini.

“Al-Ma’un mengajarkan kita semua untuk membela rakyat kecil. Hal ini bukan sekadar ajaran moral, melainkan ideologi perjuangan yang harus kita terjemahkan ke dalam kerja nyata,” tegas Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Haedar Nashir Buka Rakornas LDK Muhammadiyah 2026: Dakwah Harus Menyentuh Semua Golongan

Sinergi Dakwah Kultural dan Kebijakan Struktural

Selaras dengan hal tersebut, ia menjelaskan bahwa sejarah mencatat keberhasilan dakwah Rasulullah saw. karena mampu menggabungkan jalur kultural dan struktural. Pola ini juga tercermin dalam perjalanan Muhammadiyah yang aktif menguatkan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan kebangsaan.

Lebih lanjut, ia memandang Dakwah Komunitas Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara negara dan masyarakat akar rumput. Melalui peran para dai, masyarakat dapat lebih mudah memahami dan merasakan manfaat dari berbagai kebijakan pro-rakyat Menko Pangan, terutama yang berkaitan dengan distribusi pangan dan penguatan ekonomi desa.

“Para dai perlu menguatkan literasi masyarakat bahwa negara hadir. Kita harus memastikan program pangan dan pemberdayaan ekonomi sampai kepada mereka yang berada di lapisan paling bawah,” tambahnya.

Baca Juga: Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 Jadi Momentum Anugerahkan Insan Dakwah untuk Negeri

Akselerasi Dakwah dan Digitalisasi SIDAKMU

Pada sisi lain, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Dr. H. Muhammad Arifin, M.Ag., menyambut baik arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa Dakwah Komunitas Muhammadiyah memang fokus membina kelompok-kelompok rentan dan terpinggirkan demi menghadirkan dampak sosial yang nyata.

Gelaran Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 ini berlangsung hingga 31 Januari 2026 dengan tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu”. Selain merumuskan strategi nasional, agenda ini juga meluncurkan Sistem Informasi Dakwah Muhammadiyah (SIDAKMU). Inovasi digital tersebut bertujuan untuk memperkuat tata kelola Dakwah Al-Ma’un Muhammadiyah agar semakin responsif terhadap kebutuhan umat dan bangsa.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *