Gus Sholahuddin: Puasa Berkualitas Adalah yang Membuahkan Kepekaan Sosial

PWMJATENG.COM, YOGYAKARTA – Memasuki malam ke-15 Ramadhan 1447H, suasana khidmat menyelimuti Masjid Taqwa Suronatan. Dalam rangkaian ceramah tarawih, Gus Sholahuddin Zuhri, M.Pd., mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali makna puasa bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebagai “Sekolah Empati” yang bertransformasi menjadi aksi nyata.
Gus Sholahuddin menekankan bahwa indikator keberhasilan puasa seseorang terlihat dari sejauh mana ia bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Puasa yang hanya berhenti pada ritual fisik dianggap belum mencapai esensi yang diharapkan.
“Puasa yang berkualitas adalah puasa yang membuahkan kepekaan. Jika kita lapar saat puasa, seharusnya kita sadar betapa beratnya beban saudara-saudara kita yang kekurangan setiap harinya,” ujar Gus Sholahuddin Zuhri di hadapan ratusan jamaah.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam kesalehan ritual yang bersifat individualistik. Shalat tarawih dan tadarus Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan kepekaan terhadap persoalan sosial di lapangan.
“Jangan sampai kita asyik beribadah sendirian, namun menutup mata terhadap tetangga yang sedang kesulitan. Kesalehan sosial menuntut kita untuk hadir sebagai pemberi solusi,” tegasnya. Beliau mendorong jamaah untuk mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat bawah.
Di akhir tausyiahnya, Gus Sholahuddin memberikan pesan kunci mengenai makna kemenangan di hari Idul Fitri. Menurutnya, kemenangan sejati bukan terletak pada pakaian baru, melainkan pada keberhasilan menyatukan hubungan baik dengan Sang Pencipta dan sesama manusia.
“Kemenangan di hari Idul Fitri nanti hanya milik mereka yang berhasil menyatukan hubungan baik dengan Allah () dan hubungan baik dengan sesama manusia (),” pungkasnya.
Kontributor: Agus Santosa | Humas
Editor: Al-Afasy



