Berita

Kenalkan Computational Thinking, Mahasiswa PPG Informatika UMS Hadirkan Ular Tangga Edukatif di PAKYM

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Pembelajaran sains populer kini tidak lagi terkesan kaku atau memusingkan bagi anak-anak. Oleh karena itu, tim mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan terobosan baru. Mereka mengenalkan Computational Thinking lewat permainan ular tangga edukatif bagi anak-anak Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM) Surakarta.

Aksi edukatif tersebut berlangsung meriah di Aula PAKYM Surakarta, Jalan Slamet Riyadi No. 441, Laweyan. Selain itu, sebanyak 17 siswa kelas VIII penghuni panti mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Mahasiswa merancang aktivitas interaktif ini agar dapat mengasah pola pikir logis serta sistematis anak melalui pengalaman bermain.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Adri Faisal, memimpin langsung jalannya acara bersama tim PPG UMS. Program ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Proyek Kepemimpinan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menyalurkan kepedulian sosial sekaligus mempraktikkan ilmu pendidikan secara langsung di tengah masyarakat.

Mengurai Konsep Logika Lewat Permainan Interaktif

Dosen pengampu mata kuliah, Arif Setiawan, S.Kom., M.Eng., menegaskan pentingnya penguasaan Computational Thinking sejak dini. Menurutnya, kemampuan ini menjadi fondasi utama bagi generasi muda dalam memecahkan masalah secara kritis di era digital.

“Anak-anak perlu menguasai Computational Thinking untuk menghadapi tantangan masa depan. Bahkan, media permainan ular tangga edukatif ini berhasil mengubah konsep abstrak menjadi jauh lebih mudah dipahami,” terang Arif, Senin (21/9/2026).

Selanjutnya, Arif menjelaskan bahwa peserta mempelajari empat pilar utama Computational Thinking selama permainan berlangsung. Pilar tersebut meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, serta penyusunan algoritma. Dengan demikian, anak-anak diajak menyelesaikan berbagai tantangan menarik di setiap petak papan permainan.

Di sisi lain, fasilitator mahasiswa mendampingi setiap kelompok bermain secara intensif. Pendampingan ini memastikan anak-anak mampu mempraktikkan langsung prinsip Computational Thinking dalam setiap langkah permainan. Kemudian, usai bermain, peserta mengikuti sesi diskusi, refleksi, serta tes evaluasi pembelajaran.

Dampak Berkelanjutan bagi Literasi Digital Anak

Sebenarnya, persiapan matang telah mahasiswa lakukan jauh sebelum hari pelaksanaan. Mereka menggelar survei lokasi, menyusun proposal, hingga menguji coba papan permainan secara internal. Akibatnya, langkah terstruktur ini menjamin seluruh alur pembelajaran berjalan optimal.

Pada akhir acara, kegiatan ini ditutup dengan penyerahan media permainan ular tangga secara simbolis kepada pengurus panti. Dengan begitu, pihak PAKYM Surakarta dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana belajar mandiri yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, melalui inovasi ini, mahasiswa PPG Informatika UMS berhasil membuktikan efektivitas pembelajaran berbasis pengalaman. Pada akhirnya, langkah kecil tersebut menjadi kontribusi nyata dalam menguatkan literasi digital serta keterampilan abad ke-21 bagi anak-anak.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *