Geliat Syiar di Majelis Pekajangan: Memperkuat Gerakan Jemaah dan Digitalisasi Anggota Menuju Keberkahan
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Suasana Penuh keakraban menandai Geliat Syiar di Majelis Pekajangan saat ratusan warga Muhammadiyah berkumpul di halaman Masjid Al-Falah Karanglo, Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Ahad (4/10/2026). Selain mempererat tali silaturahmi, forum Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan ini menjadi sarana penting untuk mendorong digitalisasi anggota melalui aktivasi e-KTAM Muhammadiyah.
Ketua PCM Pekajangan, Abdul Shomad, menegaskan pentingnya pendaftaran e-KTAM Muhammadiyah bagi seluruh warga persyarikatan. Menurutnya, pendataan berbasis digital ini sangat krusial untuk memperkuat basis data dan merawat potensi gerakan organisasi.
“Muhammadiyah sedang menggerakkan pembuatan e-KTAM kepada jemaahnya. Kami berharap jemaah di tingkat cabang bisa segera membuat,” ujar Abdul Shomad.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan pengajian tidak boleh berhenti pada penyampaian ceramah semata. Momen kumpul warga ini harus menjadi sarana bertukar pikiran dan memantik energi baru bagi persyarikatan.
Semula, Pengajian Ahad Pagi bulan Oktober ini dijadwalkan berlangsung di PRM Pekajangan Barat 4. Namun, PRM Karanglo mengambil alih peran sebagai tuan rumah dan menyiapkan seluruh rangkaian acara dengan sigap.
Ketua PRM Karanglo, Rochmat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat sekitar atas dukungan moral maupun finansial. Partisipasi aktif warga Karanglo membuktikan soliditas yang kuat dalam mendukung keberlangsungan syiar Islam di tingkat ranting.
Empat Pedoman Hidup dari Prof Rozihan
Momen Geliat Syiar di Majelis Pekajangan ini makin bermakna dengan hadirnya wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Rozihan. Dalam tausiyahnya, Prof. Rozihan memaparkan empat pedoman utama agar umat Muslim meraih keselamatan dunia dan akhirat.
Pertama, setiap Muslim perlu menanamkan rasa ridha dalam menerima segala ketentuan Allah SWT. Sikap lapang dada membuat seseorang tetap tenang dan ikhlas, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
Kedua, Prof. Rozihan mengingatkan jemaah bahwa tidak ada amal kebaikan yang sia-sia di mata Allah SWT. Setiap peluang berbuat baik harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kader.
Ketiga, umat Islam wajib meramaikan syiar agama serta memperkuat gerakan jemaah. Mengutip Surah Al-Hadid ayat 20, ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan sementara sehingga energi harus terfokus pada kemanfaatan umat.
Keempat, pentingnya merawat semangat berjemaah dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat. Kehadiran warga dalam ajang ini mempertegas bahwa Geliat Syiar di Majelis Pekajangan menjadi sarana nyata dalam memperkokoh kekuatan persyarikatan dari tingkat ranting hingga cabang.
Kontributor: Bono
Editor: Akmal



