Rakorda dan Pelatihan Dokumentasi Media PDM Pekalongan Ubah Foto Seremonial Jadi Narasi Dakwah Digital
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan menggelar Rakorda dan Pelatihan Dokumentasi Media PDM Pekalongan di SMK Muhammadiyah Karanganyar, Ahad (4/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mentransformasi dokumentasi kegiatan organisasi dari sekadar foto seremonial menjadi narasi dakwah digital yang menginspirasi publik.
Fenomena dokumen kegiatan yang tercecer di ponsel pribadi serta video yang tak sesuai standar menjadi alasan utama penyelenggaraan acara ini. MPI PDM Kabupaten Pekalongan mengemas pelatihan tersebut berbarengan dengan Rapat Koordinasi Daerah untuk memperkuat kapasitas pers kepemudaan dan cabang.
Jurnalis TVMu sekaligus anggota MPI PWM Jawa Tengah, Mukhtarom, hadir sebagai pemateri utama bertajuk “Dari Kegiatan Jadi Cerita”. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Rakorda dan Pelatihan Dokumentasi Media PDM Pekalongan harus mampu mencetak kader yang siap merekam jejak perjuangan, bukti aksi, dan arsip sejarah persyarikatan.
“Jangan hanya mengambil foto seremonial seperti pejabat memegang surat keputusan. Dokumentasi yang hidup harus menyuguhkan cerita lengkap dari persiapan hingga hasil,” ujar Mukhtarom di hadapan puluhan utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan.
Mukhtarom meminta para peserta menangkap gambaran luas, interaksi, ekspresi emosional, detail objek penting, hingga momen langka. Pengambilan sudut pandang beragam ini akan menghidupkan konten publikasi di media sosial maupun situs berita resmi.
Mengakselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah
Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Ir. Ahmad Zaini, M.M., menilai tata kelola media publikasi yang terencana menjadi kunci utama akselerasi dakwah digital Muhammadiyah. PDM Pekalongan berkomitmen mendorong pimpinan cabang agar lebih adaptif mengelola saluran komunikasi digital.
“Muhammadiyah harus terus bertransformasi menjadi organisasi yang profesional, modern, dan maju,” tegas Ahmad Zaini saat membuka acara. Ia menambahkan bahwa pengelolaan situs web dan media sosial wajib menopang dakwah secara konsisten.
Ahmad Zaini juga mengimbau pengelola media agar selalu memegang etika jurnalistik. Pemanfaatan platform digital yang beretika menjamin narasi positif persyarikatan tersampai secara akurat dan tepercaya kepada masyarakat luas.
Tiga Tahapan Kerja Pengelola Media
Peserta Rakorda dan Pelatihan Dokumentasi Media PDM Pekalongan mendapatkan panduan teknis yang terbagi dalam tiga tahapan kerja dokumentasi. Tahap sebelum acara mewajibkan pengelola media menguasai jadwal, memahami tujuan kegiatan, dan mengenali narasumber utama.
Tahap saat acara fokus pada variasi pengambilan foto atau video, pencatatan nama tokoh secara presisi, serta perekaman kutipan kunci. Langkah ini mencegah terjadinya kesalahan data saat proses penyuntingan berita.
Tahap setelah acara meliputi pemilihan karya visual terbaik, verifikasi data, penentuan sudut pandang narasi, serta pengarsipan terintegrasi. Lewat pelatihan jurnalistik Muhammadiyah ini, PDM Pekalongan memastikan setiap kegiatan dapat menjadi cerita dakwah yang mencerahkan.
Kontributor: Bono
Editor: Akmal



