Berita

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Relawan Muhammadiyah Wonosobo Gelar Diklat Urban SAR

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Mengingat kondisi geografis Kabupaten Wonosobo yang rawan bencana, kesiapan personel menjadi kunci utama. Oleh karena itu, Bidang KOKAM dan SAR Pemuda Muhammadiyah Wonosobo menyelenggarakan Diklat Urban SAR (Search and Rescue Perkotaan) Tingkat Dasar mulai Jumat (3/7/2026).

Standardisasi Kompetensi Relawan

Pelatihan intensif ini berlangsung dalam dua gelombang, yakni 3–5 Juli dan 24–26 Juli 2026. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendalami teori di Aula PDM Wonosobo serta menjalani simulasi lapangan di area BASARNAS.

Sebagai langkah strategis, program ini bertujuan melakukan akselerasi regenerasi sekaligus standardisasi kompetensi. Pasalnya, jumlah personel aktif Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Wonosobo saat ini masih sangat terbatas.

Melalui diklat ini, sebanyak 32 peserta dari unsur KOKAM, LLHPB ‘Aisyiyah, dan LRB Muhammadiyah mendapatkan pelatihan fisik dan mental. Bahkan, keterlibatan relawan perempuan dari LLHPB menjadi bukti komitmen organisasi dalam membangun manajemen bencana yang inklusif.

Tiga Pilar Keahlian Penyelamatan

Untuk memastikan efektivitas operasi, kurikulum pelatihan berfokus pada tiga materi inti berstandar internasional INSARAG. Pertama, Medical First Responder (MFR) yang melatih relawan menstabilkan kondisi korban cedera kritis di lokasi kejadian.

Selanjutnya, relawan mempelajari High Angle Rescue Technique (HART) untuk evakuasi di medan vertikal atau tebing curam. Terakhir, mereka mempraktikkan Confined Space Rescue guna menangani prosedur pertolongan di ruang terbatas yang berisiko tinggi.

Investasi Kemanusiaan Jangka Panjang

Ketua Pelaksana Diklat, Andika Syarifudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi kemanusiaan jangka panjang bagi daerah. Dengan anggaran sebesar Rp51.000.000, pihak penyelenggara berupaya menyamakan persepsi dengan instansi vertikal seperti BPBD dan BASARNAS.

Selain itu, Andika memastikan seluruh personel mampu menerapkan teknik yang terukur dan profesional. Dengan demikian, prinsip One Muhammadiyah One Response dapat terlaksana dengan baik di lapangan untuk meminimalisir dampak bencana bagi masyarakat.

Kontributor: Humas PDM Wonosobo
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777