Dorong Kualitas Calon Dokter Gigi, FKG UMS Perketat Standardisasi Skills Lab

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta atau FKG UMS terus memperkuat kualitas lulusannya. Lembaga ini menggelar Workshop Persamaan Persepsi dan Penilaian bagi para dosen pada 26-29 Agustus 2026. Langkah strategis tersebut bertujuan menyamakan standar pembelajaran keterampilan mahasiswa di laboratorium simulator.
Kepala Laboratorium Dental Skill FKG UMS, drg. Nur Ariska Nugrahani, M.Imun., menegaskan pentingnya penyamaan persepsi ini. Seluruh pengajar harus memiliki acuan penilaian yang seragam sesuai Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (SKDGI).
Oleh karena itu, para dosen wajib menyatukan pandangan dalam membimbing mahasiswa jenjang sarjana. Penyelarasan ini menjamin setiap mahasiswa menerima fondasi keterampilan dasar yang konsisten sebelum masuk ke tahap profesi atau koas.
Latihan Praktik Pengajar dan Dosen
“Dosen yang sudah aktif berpraktik tentu memiliki beragam trik pribadi. Namun, trik tersebut tidak boleh mendahului standar dasar pembelajaran,” ujar Nur Ariska, Kamis (27/8/2026). Ia menekankan bahwa mahasiswa sarjana harus menguasai prosedur standar terlebih dahulu secara presisi.
Workshop ini melibatkan dosen akademis serta pengajar jenjang profesi secara langsung. Kolaborasi tersebut penting karena pembelajaran skills lab di FKG UMS membutuhkan pembimbingan tatap muka yang intensif dan terukur.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi teknis penilaian oleh drg. Nendika Dyah Ayu Murika Sari, MH., Sp.KGA. Selain teknis penilaian, ia juga mengulas evidence-based dentistry serta pemanfaatan perangkat Mendeley untuk mendukung riset akademik.
Penerapan Simulator Dental Terdepan
Sesi berikutnya menghadirkan drg. Ikmal Hafizi, MDSc., Sp.Ort., yang mengupas materi bidang ortodonsia secara mendalam. Para peserta tidak hanya menyimak teori, tetapi juga simulasi praktik penanganan perataan gigi secara langsung.
Selanjutnya, drg. Juwita Raditya Ningsih, M.Sc., Sp.KG., membimbing sesi restorasi resin komposit. Sementara itu, drg. Sri Oetam, Sp.Pros., menutup sesi materi dengan peragaan pembuatan Gigi Tiruan Lengkap (GTL).
Nur Ariska menjelaskan bahwa mahasiswa FKG UMS melatih keterampilan ini di laboratorium fantom menggunakan dental simulator. Perangkat modern tersebut memungkinkan mahasiswa mempraktikkan tindakan medis secara presisi sesuai panduan baku.
Melalui kegiatan ini, FKG UMS memastikan integrasi yang utuh antara pemahaman teori, proses latihan, dan evaluasi hasil akhir. Keselarasan tiga aspek tersebut menjadi kunci utama untuk melahirkan lulusan dokter gigi yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



