FKIP UMS Cetak 3 Doktor Baru, Tebar Solusi Deep Learning dan AI dalam Pendidikan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Kemajuan teknologi menuntut transformasi metode mengajar di sekolah agar relevan dengan zaman. Mengantisipasi tantangan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) melahirkan tiga doktor baru yang menawarkan terobosan penggunaan deep learning dan AI dalam pendidikan.
Tiga akademisi tersebut sah meraih gelar doktor berpredikat cumlaude pada Sidang Promosi Doktor di Auditorium Djazman Kampus I UMS, Surakarta, Kamis (27/8/2026). Kehadiran Dr. Sri Purwaningsih, Dr. Supriyono, dan Dr. Efi Miftah Faridli menambah deretan pakar yang siap merevolusi sistem pembelajaran nasional.
Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan bahwa ketiga doktor baru ini membawa riset strategis. Hasil penelitian mereka menjawab kebutuhan mendesak penerapan deep learning dan AI dalam pendidikan dasar hingga menengah.
“FKIP tidak sekadar melahirkan calon guru, tetapi melahirkan pakar muda yang siap mewarnai dan memajukan pendidikan nasional,” ujar Anam penuh bangga.
Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa lewat Deep Learning
Salah satu riset unggulan lahir dari Dr. Sri Purwaningsih yang mengembangkan model pembelajaran diferensiasi berbasis deep learning. Riset ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta motivasi belajar murid SMP secara signifikan.
Sri mengintegrasikan aktivitas berpikir mendalam, refleksi, dan kolaborasi langsung ke dalam kurikulum. Langkah ini membuktikan bahwa strategi deep learning dan AI dalam pendidikan mampu memecahkan keterbatasan metode mengajar konvensional di daerah.
Sementara itu, Dr. Supriyono menyoroti pentingnya penyiapan mental pendidik saat menghadapi gempuran teknologi modern. Risetnya menganalisis determinan perilaku inovatif guru agar mampu mengadopsi kecerdasan buatan secara terukur dan etis.
Dekan FKIP UMS mengingatkan bahwa pemanfaatan deep learning dan AI dalam pendidikan tetap memerlukan batasan yang jelas dari para guru.
“AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat jika pendidik menggunakannya secara tepat. Namun, teknologi ini tidak boleh menggeser peran utama guru dalam membentuk karakter anak,” tegas Anam.
Kepemimpinan Sekolah dan Pesan Rektor UMS
Dr. Efi Miftah Faridli melengkapi barisan riset tersebut dengan menggagas Model EFI (Etis, Fasilitatif, Integratif). Model kepemimpinan transformatif kepala sekolah ini berbasis civic values untuk mendukung efektivitas deep learning dan AI dalam pendidikan.
Efi menekankan pentingnya ruang aman secara psikologis (psychological safety) serta penguatan Komunitas Belajar (Kombel). Langkah kolaboratif ini mempermudah guru menerapkan teknologi dan metode baru secara konsisten di kelas.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi akademis tersebut. Harun meminta para lulusan segera mengimplementasikan ilmunya demi kemaslahatan masyarakat luas.
“Jangan menjadi doktor yang pasif. Jadilah pelopor perubahan yang dinamis, menyinari negeri, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pesan Harun menutup persidangan.
Integrasi gagasan deep learning dan AI dalam pendidikan karya lulusan UMS ini menjadi angin segar bagi masa depan kurikulum Indonesia. Kontribusi aktif akademisi diharapkan terus memacu kualitas sumber daya manusia secara berkesinambungan.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



