Hardiknas 2026: Ratusan Siswa Ikuti Festival Sains dan Al-Qur’an Purworejo pada Hardiknas 2026

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa sangat berbeda di Kabupaten Purworejo. Ratusan siswa SD dan MI berkumpul di Komplek Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.
Mereka antusias mengikuti ajang Festival Sains dan Al-Qur’an Purworejo yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah Jono pada Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini mengusung tema inspiratif, yaitu “Melangitkan Ilmu, Menguatkan Iman”. Akan tetapi, acara ini bukan sekadar perlombaan biasa.
Festival ini menjadi ruang pembelajaran integratif yang harmonis. Panitia menggabungkan ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai Al-Qur’an yang mendalam.
Integrasi Sains dan Spiritual dalam Pembelajaran
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo hadir bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah. Hadir pula para kepala sekolah dan tamu undangan penting lainnya.
Sejak pagi, suasana pondok pesantren tampak semarak. Kegiatan dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong.
Yudhie Agung Prihatno memimpin peluncuran roket air bersama pimpinan daerah Muhammadiyah dan pengawas sekolah. Momen ini menjadi simbol dimulainya eksplorasi ilmu yang berpadu dengan nilai spiritual.
Ketua panitia, Akhmad Maulidin Musdani, menjelaskan latar belakang kegiatan. Panitia ingin membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual.
Generasi modern harus berpikir kritis, kreatif, dan adaptif. Selanjutnya, Al-Qur’an mengajak umat Islam untuk berpikir merenungkan ciptaan Allah. Oleh karena itu, integrasi sains dan Al-Qur’an menjadi langkah strategis di pendidikan dasar.
Mewujudkan Generasi Berilmu dan Berakhlak Mulia
Pujiono, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo, memberikan apresiasi tinggi. Menurut beliau, program ini memadukan sains dan Al-Qur’an secara apik.
Lomba roket air menerapkan ilmu fisika, sementara tahfidz memperkuat pemahaman keagamaan. Keduanya merupakan sinergi penting untuk membentuk generasi Islam yang utuh.
Lebih jauh lagi, Pujiono menegaskan visi Islam berkemajuan Muhammadiyah. Visi ini ingin menciptakan generasi berilmu dan berakhlak mulia.
Yudhie Agung Prihatno pun mengapresiasi inovasi pembelajaran ini. Siswa mendapatkan pengalaman langsung, bukan hanya teori semata.
Sebagai tambahan, Yudhie menyinggung prestasi siswa SMP Muhammadiyah Jono. Siswa sekolah ini pernah meraih prestasi internasional dalam lomba roket air di Malaysia. Prestasi tersebut tentu menjadi inspirasi bagi sekolah lain.
Keterampilan Abad 21 dan Daftar Juara
Yudhie menekankan pentingnya penguasaan empat keterampilan abad ke-21 (4C). Siswa harus berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. Dunia pendidikan menuntut pengetahuan dan keterampilan yang relevan.
Selain itu, ia membahas kebijakan Kementerian terkait pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini menekankan pemahaman utuh dan bermakna.
Festival ini menghadirkan berbagai cabang lomba menarik. Ada lomba roket air, tartil Al-Qur’an, dan tahfidz Al-Qur’an.
Dalam lomba roket air, tim MI Takhasus Ma’arif NU Prapagkidul Pituruh meraih juara pertama.
Bahkan, acara dimeriahkan pentas seni santri seperti tari, tari, vokal, dongeng, hingga demonstrasi Tapak Suci.
Pada akhirnya, Festival Sains dan Al-Qur’an Purworejo ini membuktikan keunggulan pendidikan terintegrasi. Momentum Hardiknas 2026 terasa semakin bermakna melalui kegiatan berkualitas dan inovatif ini.



