Mahasiswa KKN UMS Gelar Edukasi Bencana dan Simulasi Pemadam Kebakaran di MIM Ngwaru

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Karanganyar menggelar kegiatan edukasi bencana alam dan simulasi pemadam kebakaran di MIM Ngwaru, Senin, 2 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa, guru, serta warga sekolah terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai langkah pencegahan dan penanganan awal saat terjadi keadaan darurat.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan yang dihadiri kepala sekolah, dosen pembimbing lapangan, perwakilan mitra, dan mahasiswa KKN. Setelah itu, peserta menerima materi edukasi kebencanaan yang membahas jenis-jenis bencana, penyebab kebakaran, serta langkah mitigasi yang tepat.
Edukasi Bencana dan Praktik Langsung
Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pemadam kebakaran yang dipandu oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Karanganyar. Dalam simulasi tersebut, peserta didik dikenalkan pada alat pelindung diri yang digunakan petugas pemadam, alat pemadam api ringan (APAR), serta tata cara penggunaannya.
Siswa dan guru juga mengikuti praktik evakuasi sederhana sebagai bagian dari pembelajaran menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
Ketua KKN-Dik MIM Ngwaru, Dzaky As’adhawy Al Nurma, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
“Sebagai Ketua KKN, saya sangat bersyukur kegiatan simulasi pemadam kebakaran di MIM Ngwaru dapat terlaksana. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata edukasi kebencanaan sejak dini, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah keselamatan saat terjadi keadaan darurat. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah terhadap bahaya kebakaran,” ujarnya.
Guru Apresiasi Kegiatan
Salah seorang guru MIM Ngwaru, Bapak Edy, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, simulasi pemadam kebakaran memberi manfaat nyata bagi para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi siswa, karena mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini juga menambah pengetahuan ketika terjadi kebakaran,” katanya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Para peserta didik tampak antusias, terutama saat mengikuti sesi praktik simulasi. Melalui kegiatan ini, warga sekolah diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesiapsiagaan bencana dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Al-Afasy



