Berita

DPD IMM Jateng Gelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi untuk Perempuan

PWMJATENG.COM, Banyumas – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah IMM Jateng resmi menyelenggarakan Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Laras Asri, Kota Salatiga, pada Sabtu (18/7/2026).

Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah hadir untuk mengikuti acara tersebut. Mereka merancang kegiatan ini guna merekonstruksi sekaligus meneguhkan peran perempuan di ruang publik.

Selain itu, IMM Jateng membekali para kader perempuan Muhammadiyah agar siap menghadapi dinamika politik modern. Pihak penyelenggara meyakini bahwa agenda ini menjadi ikhtiar nyata untuk mengoptimalkan keterwakilan perempuan di Indonesia.

Inklusifitas dalam Pendidikan Gender

Ketua Umum DPD IMM Jateng, Nia Nur Pratiwi, S.Pd, M.M, menyampaikan sambutan hangatnya. Ia menegaskan bahwa sekolah ini membuktikan inklusifitas organisasinya dalam mendorong keterlibatan perempuan serta laki-laki secara bersamaan.

Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Salatiga melalui Asisten 1, Drs. Muh Nashiruddin, menekankan pentingnya keterbukaan gender. Ia menegaskan bahwa negara menjamin penuh hak setiap warga negara untuk berkontribusi secara komprehensif tanpa memandang gender.

Selanjutnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menilai agenda ini sangat urgen. Didi Haryadi, S.H, M.H, menyatakan bahwa ketersampingan perempuan di ranah publik sering kali menghambat kemajuan bangsa.

Bakesbangpol memberikan tantangan khusus bagi para IMMawati. Mereka harus mampu mengawal kebijakan, memberikan dampak, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Filosofi Kesetaraan dan Perjuangan Tokoh Emansipasi

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang hadir melalui Prof. Dr. Zakiyyudin Baydhowi, M.Ag, memberikan amanat mengenai filosofi kesetaraan. PWM menegaskan bahwa ruang publik yang inklusif harus berdasarkan kesadaran individu.

Ruang tersebut bukan milik satu entitas saja, melainkan hasil usaha kolektif antara pria dan wanita. Oleh karena itu, PWM mengajak peserta merefleksikan sejarah perjuangan tokoh emansipasi seperti R.A. Kartini.

Peristiwa masa lalu membuktikan bahwa keterlibatan perempuan mampu memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat luas. Kebebasan memilih yang dinikmati perempuan Indonesia saat ini merupakan buah manis dari jerih payah para pahlawan.

Akhirnya, PWM mengingatkan seluruh kader untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan tersebut. Kebebasan yang ada saat ini harus kita kelola dengan bijak untuk membawa perubahan positif bagi bangsa Indonesia.

Kontributor: Fika
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/