Dosen UNIMMA Latih Komunitas Disabilitas tentang Mitigasi Bencana Inklusif

PWMJATENG.COM, MAGELANG — Dosen Universitas Muhammadiyah Magelang menjadi narasumber dalam pelatihan mitigasi bencana inklusif bagi komunitas disabilitas di Aula Kantor Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan bertema “Bersama Lebih Kuat: Mitigasi Bencana Inklusif untuk Komunitas Disabilitas” tersebut diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Magelang.
Pelatihan ini diikuti 90 peserta disabilitas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Kota Magelang.
Dosen UNIMMA Tekankan Mitigasi Bencana Inklusif
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ns. Robiul Fitri Masithoh, M.Kep., dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMMA. Ia juga merupakan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Disaster UNIMMA.
Dalam paparannya, Robiul menekankan pentingnya pendekatan mitigasi bencana yang inklusif. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana perlu memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas yang beragam.
Materi yang disampaikan meliputi protokol saat bencana atau tanggap darurat. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang teknik mitigasi bagi penyandang tunanetra, tunarungu, dan disabilitas fisik.
Peserta Praktik Teknik Evakuasi Aman
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mempraktikkan teknik evakuasi secara langsung.
Beberapa praktik yang diberikan antara lain penggunaan instruksi verbal bagi tunanetra dan instruksi visual bagi tunarungu. Peserta juga dikenalkan teknik evakuasi dua orang atau two-person carry bagi penyandang disabilitas fisik.
“Mitigasi bencana harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas. Pendekatan yang tepat bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kemandirian saat menghadapi situasi darurat,” jelas Robiul.
Robiul menambahkan, pemahaman inklusif dalam penanggulangan bencana menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang tangguh.
“Disabilitas bukanlah batasan untuk bertahan dan beradaptasi. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang tepat, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk selamat,” tambahnya.
Dorong Lingkungan Ramah Difabel
Selain Robiul, kegiatan ini juga menghadirkan Susianah, Pembina UKM FORDA atau Forum Ramah Difabel UNIMMA.
Susianah memberikan perspektif tentang pentingnya lingkungan yang ramah difabel, terutama dalam situasi kebencanaan. Lingkungan yang aksesibel dinilai menjadi bagian penting dari sistem kesiapsiagaan yang adil dan aman bagi semua.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas komunitas disabilitas dalam menghadapi bencana. Kegiatan tersebut juga mendorong terwujudnya sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif di Kota Magelang.
Melalui kolaborasi ini, UNIMMA turut memperkuat peran perguruan tinggi dalam edukasi kebencanaan dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas.
Kontributor: Arina Husnia
Editor: Al-Afasy



