Pacu Daya Saing Sekolah di Era Digital, Tim P2M UMS Gelar Workshop Digital Branding Sekolah di Boyolali
PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PCM Karanggede untuk menggelar workshop digital branding sekolah, Rabu (4/11/2026). Langkah strategis ini bertujuan mendongkrak daya saing lembaga pendidikan Islam di era serbadigital.
Pelatihan seru tersebut berlangsung di MI Muhammadiyah Sempulur sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Sebanyak 30 guru dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan se-Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, mengikuti setiap sesi penguatan kapasitas ini dengan antusias.
Perwakilan Tim P2M UMS, Aditya Nur Cahyo, M.Eng., menegaskan pentingnya guru menguasai strategi digital branding sekolah pada masa kini. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Karanggede, Fatoni Afif Fauzi, menyambut baik sinergi ini karena kolaborasi nyata tersebut langsung menyasar peningkatan mutu sekolah Muhammadiyah Boyolali.
Integrasi Website dan Identitas Visual Modern
Pakar informatika Ryan Rizki Adhisa, M.Kom., selaku pemateri utama memaparkan rahasia mengelola komunikasi publik lembaga secara efektif. Sang pemateri membeberkan tiga pilar utama dalam membangun digital branding sekolah yang kuat dan tepercaya.
Pertama, keberadaan website sekolah menjadi pintu utama media informasi resmi untuk membangun kesadaran publik. Melalui platform digital tersebut, orang tua siswa dapat mengakses profil, capaian prestasi, serta program unggulan secara cepat.
Kedua, tim konsisten menjaga identitas visual dengan menjadikan logo sekolah sebagai acuan warna dan desain konten. Ketiga, para pendidik mengadaptasi tren media sosial tanpa melupakan karakter khas lembaga demi merawat kepercayaan masyarakat.
Transformasi Digital dan Presensi Berbasis QR Code
Ketua Tim P2M UMS, Arif Setiawan, M.Eng., menjelaskan bahwa workshop digital branding sekolah ini menginduk pada program pendampingan transformasi digital yang lebih besar. Tim dosen tidak hanya memberikan pelatihan teori, melainkan juga memfasilitasi pembuatan website resmi bagi sekolah-sekolah sasaran.
Selain itu, tim pengabdi UMS merancang sistem presensi sekolah berbasis QR Code untuk memodernisasi tata kelola administrasi harian. Inovasi teknologi ini memastikan efisiensi kehadiran siswa dan tenaga pendidik secara akurat.
Melalui pendampingan berkelanjutan ini, sekolah Muhammadiyah di Karanggede Boyolali siap menampilkan citra positif yang makin berkemajuan. Kehadiran digital branding sekolah yang solid akan mengukuhkan posisi AUM Pendidikan sebagai lembaga yang unggul dan tepercaya.
Kontributor: Afif
Editor: Akmal



