Berita

Tingkatkan Literasi Digital Anak di Malaysia, Dosen UMS Terapkan Pembelajaran Computational Thinking

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tim dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program pengabdian internasional di Malaysia. Tim dosen FKI UMS tersebut mengenalkan metode computational thinking UMS Malaysia bagi anak-anak sekolah dasar di Sanggar Bimbingan (SB) Kepong.

Kegiatan edukatif ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) di bawah naungan Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS. Langkah nyata akademisi ini berfokus pada penguatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis anak sejak dini.

Ketua tim pengabdian, Maryam, S.T., M.Eng, memimpin langsung kegiatan ini bersama tiga anggota tim, yakni Cahyaningtyas Sekar Wahyuni, S.Kom., M.Kom, Dr. Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng, dan Yanti Haryanti, S.Pd., M.A. Program PkM-KI UMS ini mengusung fokus utama pembentukan fondasi berpikir terstruktur melalui media interaktif.

Metode Interaktif Latih Berpikir Kritis Anak

Maryam menjelaskan bahwa computational thinking merupakan kemampuan dasar untuk memahami masalah, menyusun strategi, dan menemukan solusi secara logis. Menurutnya, konsep computational thinking UMS Malaysia ini tidak hanya berkaitan dengan dunia teknologi, tetapi juga sangat aplikatif dalam aktivitas belajar sehari-hari.

“Melalui pembelajaran berbasis computational thinking, anak-anak melatih diri untuk berpikir sistematis, mengenali pola, serta menyelesaikan masalah lewat langkah-langkah yang terarah,” ujar Maryam pada Senin (28/9/2026).

Anak-anak di Sanggar Bimbingan Kepong yang menjadi sasaran program ini merupakan anak-anak binaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Tim dosen FKI UMS merancang materi pembelajaran interaktif agar sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak.

“Kami mengenalkan konsep computational thinking lewat permainan edukatif, diskusi kelompok, dan tantangan pemecahan masalah,” kata Maryam menambahkan.

Penguatan Keterampilan Abad ke-21 di Tingkat Internasional

Melalui pendekatan pembelajaran interaktif anak ini, para peserta didik tidak sekadar menyerap materi secara teoritis. Mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam mengasah kemampuan analisis, kreativitas, komunikasi, hingga kolaborasi antar teman.

Maryam berharap pengabdian masyarakat internasional ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan keterampilan abad ke-21 bagi anak-anak. Hal ini penting agar mereka siap menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi global.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/9/2026) tersebut menjadi bukti komitmen UMS dalam memperluas dampak inovasi pembelajaran. Pelaksanaan computational thinking UMS Malaysia ini sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat Indonesia di luar negeri.

Kontributor: Affiq
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *