Berita

Mau Tahu Cara Menjadi Content Creator Sukses? Intip Bocoran Mentor di UMP Purwokerto Ini

PWMJATENG.COMBANYUMAS – Para mentor membedah secara tuntas rahasia membangun karier di industri kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital dalam ajang Campus Creator Incubation 2026 di Kampus 2 UMP, Purwokerto, Sabtu (7/6/2026). Kegiatan kolaborasi antara BEM KM UMP dan Komlabs ini hadir sebagai jawaban langsung bagi anak muda yang sedang mencari cara menjadi content creator profesional sekaligus penggerak ekonomi digital.

Langkah taktis ini menjadi bekal berharga bagi generasi muda di tengah ketatnya persaingan industri kreatif. Melalui sinergi ini, para peserta mendapatkan bimbingan intensif untuk menguasai lanskap digital yang terus berubah. Terlebih lagi, panitia sengaja merancang kurikulum inkubasi agar peserta tidak hanya memahami teori, melainkan juga langsung terjun melakukan praktik nyata.

Oleh karena itu, narasumber ahli seperti Katabroto dan Muhammad Sholeh hadir membedah strategi esensial di dunia digital. Mereka mengupas tuntas teknik personal branding, taktik konten kreatif, hingga ekosistem affiliate marketing. Alhasil, materi-materi tersebut menjadi panduan praktis bagi pemula yang sedang mencari cara menjadi content creator profesional dari nol.

Sekelompok mahasiswa dan narasumber Campus Creator Incubation BEM KM UMP 2026 berpose bersama di panggung depan auditorium, menampilkan keragaman peserta dan panitia.
Para narasumber, panitia BEM KM UMP, dan peserta Campus Creator Incubation 2026 dalam sesi foto bersama, memadukan gaya kasual mahasiswa dengan busana batik dan kasual-smart.

Strategi Menghasilkan Cuan Lewat Konten

Peluang karier baru ini menuntut mahasiswa untuk lebih adaptif dan jeli melihat potensi pasar. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak boleh lagi hanya menjadi penonton di era digital. Mereka justru harus mengambil peran aktif sebagai kreator yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Mahasiswa UMP, Yoga Dwi Yuwono, menegaskan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi.

“Campus Creator Incubation menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengasah kemampuan digital yang dapat diaplikasikan dalam membantu UMKM berkembang. Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan perkembangan teknologi,” ujar Yoga Dwi Yuwono.

Kolaborasi Kampus dan Industri Kreatif

Selain dari internal kampus, langkah BEM KM UMP ini mendapat dukungan penuh dari sektor industri, salah satunya lewat keterlibatan Komlabs dan Komerce. Chief Operating Officer (COO) Komerce, Syeif Syaifullah, menyebutkan bahwa generasi muda memegang kunci utama dalam ekosistem digital saat ini. Maka dari itu, kreativitas mereka menjadi modal besar untuk membantu pelaku usaha lokal naik kelas.

Selanjutnya, Syeif Syaifullah menjelaskan bahwa seorang kreator memiliki tanggung jawab besar dalam memperluas jangkauan pasar produk lokal.

“Creator saat ini memiliki peran penting dalam membantu UMKM meningkatkan visibilitas produk, membangun kepercayaan konsumen, dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat melahirkan talenta-talenta muda yang kreatif, adaptif, dan mampu menjadi bagian dari ekosistem digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Syeif Syaifullah.

Mendorong UMKM Naik Kelas via Pasar Digital

Pada saat yang sama, program Campus Creator Incubation 2026 ini juga menjadi jembatan sinergi dengan pelaku UMKM Banyumas Raya. Kolaborasi erat ini memastikan materi infusi teknologi berjalan dua arah antara mahasiswa dan pelaku usaha.

Sementara itu, Menteri Media dan Komunikasi Informasi (Medkominfo) BEM KM UMP, Rois Choiril Huda, berharap kegiatan ini menjadi pemantik awal bagi kebangkitan ekonomi kreatif Banyumas.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya creator-creator muda dari UMP yang mampu mengangkat potensi UMKM Banyumas Raya agar lebih dikenal luas dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar digital,” tutur Rois Choiril Huda.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, BEM KM UMP bersama Komlabs optimistis dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang mandiri. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademik dalam mendorong transformasi digital nasional.

Kontributor: Rois
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacor