Berita

Mudah! Ini Cara Membuat Eco Enzyme dari Sampah Rumah Tangga

PWMJATENG.COMDEMAK — Langkah konkret mengatasi masalah sampah rumah tangga dapat bermula dari dapur sendiri. Tim PPK Ormawa HIMASTA UNIMUS bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak membagikan cara membuat eco enzyme berbahan limbah organik kepada puluhan ibu PKK Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Sabtu (8/8/2026).

Ibu-ibu PKK Desa Ploso berkumpul di Gedung Serba Guna untuk mengikuti Pelatihan Lingkungan Sehat Terintegrasi. Melalui program ini, mahasiswa dan dinas terkait mengedukasi warga agar makin bijak mengelola olahan limbah organik.

Ketua TP PKK Desa Ploso, Firda Rahmatul Ulya, menyambut hangat inisiatif pemberdayaan lingkungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebiasaan memilah sampah dapur sangat dekat dengan aktivitas harian para ibu.

“Pengetahuan pengolahan sampah organik ini bisa langsung kita praktikkan di rumah. Saya berharap para peserta membagikan ilmu bermanfaat ini kepada tetangga dan keluarga,” kata Firda.

Formula Sederhana Buat Eco Enzyme di Rumah

Narasumber dari DLH Kabupaten Demak, Dra. Sri Widayatuti, MM., membeberkan rumus praktis pemanfaatan sisa bahan dapur. Warga cukup menyiapkan kulit pisang, kulit jeruk, atau batang kangkung yang masih bersih.

Selanjutnya, Sri membagikan takaran ideal cara membuat eco enzyme agar proses fermentasi berjalan sempurna. Warga cukup mencampur 300 gram kulit buah atau sayur, 300 gram gula merah, dan 1 liter air bersih.

“Aduk seluruh bahan di dalam wadah tertutup, lalu simpan selama tiga bulan. Jika muncul aroma khas seperti tape atau asam, berarti proses fermentasi sukses,” terang Sri di hadapan peserta.

Ia mengimbau warga menghindari pemakaian air PAM karena kandungan kaporit dapat menggagalkan fermentasi. Warga bisa memanfaatkan toples bekas yang layak pakai sebagai wadah pemprosesan.

Manfaat Serbaguna untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Cairan hasil fermentasi ini memiliki fungsi pembersih alami yang ampuh. Warga dapat menggunakannya untuk mengepel lantai hingga membersihkan kloset setelah mengencerkannya dengan air.

Tak hanya cairannya, ampas sisa fermentasi juga membawa manfaat besar. Masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai pupuk tanaman organik maupun pembersih saluran air yang tersumbat.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi interaktif berlangsung. Banyak ibu rumah tangga mengajukan pertanyaan teknis seputar perawatan wadah selama masa penyimpanan tiga bulan.

Melalui pelatihan ini, PPK Ormawa HIMASTA UNIMUS dan DLH Demak berkomitmen terus mengawal pengolahan sampah rumah tangga secara berkelanjutan dari lingkup terkecil.

Kontributor: PPK Ormawa HIMASTA UNIMUS
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *