Cara Daftar Sertifikat Halal Sehati Tanpa Ribet, Pendamping PPH Solo Kini Siap Bantu UMKM Gratis
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Masalah rumitnya birokrasi dan ketakutan biaya bagi pedagang kecil di Solo kini menemukan titik terang. Guna memandu cara daftar sertifikat halal Sehati secara mudah, Pendamping PPH Solo resmi membuka layanan pendampingan cuma-cuma bagi pelaku usaha mikro setelah menyelesaikan pelatihan kompetensi digital nasional secara daring, Sabtu (23/5/2026).
Oleh karena itu, kehadiran pendamping ini menjadi angin segar. Saat ini, pelaku usaha mikro memang dikejar oleh aturan wajib halal 2026 dari pemerintah. Namun, sebagian besar pedagang kecil masih bingung mengenai alur birokrasi. Kehadiran figur lokal yang kompeten tentu akan memangkas rantai informasi yang selama ini tersumbat.
Solusi Strategis Memangkas Birokrasi Halal
Sertifikasi halal gratis UMKM kini bukan lagi sekadar impian yang rumit diakses. Melalui program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati), proses pengajuan kini bertransformasi total ke arah digital demi memangkas birokrasi. Pelaku usaha tidak perlu lagi merasa terbebani oleh prosedur administratif dan teknis yang sering kali membingungkan di lapangan.
Kabar baiknya, amunisi pendampingan di Kota Solo kini resmi bertambah. Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Jawa Tengah, Dwi Jatmiko, baru saja mendapatkan sertifikat lulus pelatihan pendamping proses produk halal (PPH). Keberhasilan ini diraih setelah dirinya menuntaskan rangkaian pelatihan dan praktik intensif yang digelar oleh Halal Center UIN Malang selama 20 jam pelajaran.

“Namun dalam pelaksanaannya, banyak pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), masih menghadapi berbagai tantangan untuk memperoleh sertifikat halal,” ujar Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, M.Pd.
Beliau menambahkan bahwa keterbatasan pemahaman mengenai cara daftar sertifikat halal Sehati menjadi kendala utama. Akibatnya, banyak pelaku usaha yang merasa enggan untuk memulai proses pengajuan dokumen.
Oleh karena itu, para pendamping terlatih kini bergerak sebagai jembatan informasi. Mereka bertugas menyederhanakan regulasi yang rumit menjadi panduan praktis yang mudah dipahami warga. Dengan demikian, pelaku usaha mikro dapat fokus pada peningkatan kualitas produksi tanpa mencemaskan masalah legalitas.
Peran Krusial Pendamping PPH Solo
Kehadiran Pendamping PPH Solo kini menjadi kunci utama untuk mempercepat target program nasional tersebut. Figur pendamping berperan aktif dalam membimbing pelaku usaha secara personal dari awal hingga akhir. Hasilnya, para pelaku usaha tidak lagi berjalan sendirian dalam menghadapi rumitnya dokumen verifikasi.
“Pendamping PPH merupakan individu yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi untuk mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal serta menjadi penghubung antara pelaku usaha, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH),” urai Dwi Jatmiko.
Selanjutnya, langkah pendampingan ini mencakup proses identifikasi bahan baku secara saksama. Pendamping akan memastikan seluruh alur produksi telah memenuhi standar kehalalan yang berlaku. Akhirnya, pengurusan dokumen dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.
Digitalisasi Sistem Penjaminan Halal
Selain aspek pemenuhan bahan, sistem pengajuan kini telah memanfaatkan teknologi modern secara penuh. Melalui digitalisasi, akurasi data dokumen dapat terjaga dengan lebih baik dan transparan. Langkah ini sekaligus meminimalkan kesalahan input data yang sering menunda terbitnya sertifikat.
“Di era transformasi digital, pelatihan juga menitikberatkan pada digitalisasi dan dokumentasi PPH,” pungkas Dwi Jatmiko saat menjelaskan materi pelatihannya dengan Halal Center UIN Malang.
Melalui integrasi teknologi ini, ekosistem industri halal di tingkat lokal diharapkan dapat tumbuh masif. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi daerah akan meningkat seiring dengan tingginya kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM yang telah tersertifikasi resmi.
Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Alafasy



