Bukan Kurikulum Biasa, Guru Madrasah Pekalongan Kini Terapkan Deep Learning Kurikulum Berbasis Cinta

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Metode pembelajaran di madrasah kini terus bertransformasi. Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pekalongan bergerak cepat dengan menggelar In House Training (IHT) khusus. Mereka melatih para guru untuk menerapkan Deep Learning Kurikulum berbasis cinta demi mendongkrak kualitas pembelajaran.
Agenda intensif ini berlangsung selama dua hari, tepatnya Rabu sampai Kamis, 8–9 Juli 2026. Lantai 3 Gedung A MI Muhammadiyah Kauman (MIM Kauman) Wiradesa menjadi pusat berkumpulnya seluruh peserta. Sebanyak sembilan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan mengirimkan delegasi guru terbaik mereka.
Transformasi Metode Pembelajaran Baru
Para peserta berasal dari MIM Kauman Wiradesa, MIM Delegtukang, MIM Kedungjaran, dan MIM Pakumbulan. Selain itu, hadir pula perwakilan dari MIM Donowangun 1, MIM Donowangun 2, MIM Tambakroto, MIM Tunjungsari, serta MIM Kutosari.
KKMI Kabupaten Pekalongan menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Dr. Rr. Sri Sukarni Katamwatiningsih, M.Pd., seorang Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, mengupas tuntas materi utama. Ia memaparkan konsep operasional Deep Learning Kurikulum inovatif ini di hadapan para guru. Penerbit Erlangga juga turut mendukung penuh kesuksesan acara tersebut.
Panitia membagi pelaksanaan IHT ke dalam dua sesi besar. Sesi hari pertama fokus pada penguatan teori, filosofi, serta kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta. Pendekatan baru ini mengutamakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, bermakna, sekaligus mampu memicu kemampuan berpikir kritis.
Praktik Modul Ajar dan Simulasi
Memasuki hari kedua, suasana pelatihan menjadi lebih dinamis. Seluruh peserta langsung mengikuti sesi praktik penyusunan perangkat pembelajaran dan perancangan modul ajar. Mereka juga melakukan simulasi mengajar yang memadukan nilai kasih sayang dengan Deep Learning Kurikulum terbaru.
Para guru terlihat sangat antusias berdiskusi dalam kelompok kecil. Mereka saling berbagi ide, kemudian mempresentasikan hasil rancangan pembelajaran tersebut secara bergantian.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Dr. Nur Khoyin, M.Pd., memantau langsung kegiatan ini. Ia mengapresiasi tinggi langkah progresif KKMI Pekalongan.
Menurut Nur Khoyin, Deep Learning Kurikulum berbasis cinta merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan. Guru zaman sekarang tidak boleh hanya sekadar mengejar target materi kurikulum. Pendidik harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membangun karakter, serta menumbuhkan kecintaan siswa pada ilmu pengetahuan.
Kesiapan Menghadapi Tahun Ajaran Baru
Kepala MIM Kauman Wiradesa, Muhammad Sukron, S.Pd.I., selaku tuan rumah mengaku sangat bersyukur. Ia merasa terhormat karena madrasahnya terpilih menjadi tempat penyelenggaraan acara penting ini. Sukron berharap pelatihan ini membuat para guru semakin siap mendampingi siswa dengan cara-cara yang lebih inspiratif.
Sentimen positif juga datang dari salah satu peserta, Vita Riskiana, S.Pd. Guru MIM Kauman ini merasa mendapatkan banyak wawasan segar yang langsung bisa ia praktikkan di kelas. Materi pelatihan ini membantunya menyusun modul belajar yang lebih mendalam namun tetap ramah anak.
Melalui pelatihan ini, KKMI Kabupaten Pekalongan optimistis guru madrasah bisa menjadi agen perubahan yang nyata. Penguasaan Deep Learning Kurikulum ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Pekalongan yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap menjawab tantangan masa depan.
Kontributor: Imam Setiobudi
Editor: Alafasy



