Bukan Sekadar Eksis di Medsos, Tim UMS Ajak PCNA Colomadu Bangun Kepemimpinan Otentik

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan kapasitas bagi Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Colomadu. Kegiatan bertajuk “Literasi Digital dan Kepemimpinan Sosial” ini dilaksanakan di Gedung MI Muhammadiyah Bolon, Colomadu, Senin (24/3).
Agenda ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari pengurus cabang, utusan ranting, hingga perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Colomadu.
Dosen FEB UMS, Siti Fatimah, S.E., M.Si., menyoroti fenomena pergeseran makna kepemimpinan di kalangan pemuda akibat pengaruh media sosial. Menurutnya, tekanan untuk tampil sempurna secara visual sering kali mengaburkan tanggung jawab sosial yang sesungguhnya.
“Banyak remaja terjebak pada citra diri di media sosial dibandingkan membangun kepemimpinan yang otentik di kehidupan nyata. Kepemimpinan sosial menuntut kepekaan terhadap persoalan umat dan keberanian menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar popularitas,” tegas Siti Fatimah dalam pemaparannya.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan masa kini harus mencakup kemampuan berpikir kritis, integritas, dan tanggung jawab sosial yang melampaui layar gawai.
Melengkapi aspek kepemimpinan, Ahmad Baihaqi Ekasaputra, S.E., M.SEI., membedah pentingnya literasi digital bagi kader perempuan Muhammadiyah. Di tengah derasnya arus berita, kemampuan memverifikasi informasi menjadi keterampilan wajib agar tidak terjebak dalam disinformasi.
“Kader Nasyiatul Aisyiyah harus mampu menggunakan media sosial secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Literasi digital adalah perisai agar generasi muda tetap produktif dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak jelas sumbernya,” ujar Ahmad Baihaqi.
Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan tingginya minat anggota PCNA dalam meningkatkan kapasitas diri. Tim pengabdian UMS berharap, melalui pendampingan ini, kader NA Colomadu dapat menjadi pionir perubahan yang mampu mengintegrasikan kecakapan digital dengan aksi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy



