Berita

Bukan Minggu tapi Ahad: Pesan Tauhid Ust. Ahmad Yasin di Kajian PonpesMU Sambi

PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Canden-Sambi kembali menggelar agenda rutin Kajian Ramadhan Series #3 di RM Ayam San Sambi, Kamis (5/3). Mengangkat tema “Meraih Keberkahan Ramadhan dengan Amal Shalih, Menjemput Lailatul Qadr”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi ideologis bagi ratusan pendidik Muhammadiyah di wilayah Sambi.

Pemateri utama, Ust. Ahmad Yasin, S.Th.I., M.Pi., yang juga Kepala SMP Muhammadiyah 14 PonpesMU, menyampaikan pesan mendalam mengenai penguatan Aqidah Islamiyah. Ia meneladani kisah Bilal bin Rabah yang rela syahid demi mempertahankan kalimat “Ahad” (Esa).

Dalam paparannya, Ust. Yasin melontarkan ajakan unik untuk mempopulerkan kembali penyebutan hari “Ahad” menggantikan kata “Minggu”.

“Sebenarnya nama hari-hari itu dimulai dari Ahad. Namun karena faktor sejarah, istilah itu bergeser menjadi Minggu. Mari kita bangkit dan sosialisasikan lagi kata Ahad sebagai manifestasi ketauhidan kita,” tuturnya bersemangat.

Selain aspek spiritual, kajian ini menjadi momentum penguatan organisasi. Ketua PCM Sambi, Bapak Drs. H. Sudiman, memberikan apresiasi atas kekompakan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang hadir, mulai dari TK Aisyiyah PK, SD Muhammadiyah PK, SMP Muhammadiyah 14, hingga SMA Muhammadiyah PK Boyolali.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi, Drs. Muhammad Rosyidi, menekankan pentingnya kolaborasi manajemen. “Sangat penting bagi kita untuk menerapkan manajemen satu atap mulai dari TK hingga SMA. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membangun budaya kerja yang disiplin dan kolektif,” tegasnya.

Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Pujiono, menyampaikan terima kasih atas dukungan para donatur yang selama ini menjadi tulang punggung perkembangan lembaga. Ia menegaskan bahwa kajian ini adalah upaya membangun tradisi ilmiah di lingkungan pesantren.

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.30–17.30 WIB ini dihadiri oleh para pimpinan sekolah, di antaranya Mulyati (TK), Murni Hidayati (SD), Ahmad Yasin (SMP), dan Ari Rosmawati (SMA), beserta seluruh jajaran guru dan karyawan. Acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa, membawa semangat baru untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kemajuan lembaga.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/