Berita

Belajar Tawakal dari Seekor Burung: Pesan Pagi Kader Muda di Masjid Al-Istiqomah Tahunan

PWMJATENG.COM, JEPARA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Jepara, pada Jumat (6/3) pagi. Takmir masjid kembali menghidupkan tradisi dakwah melalui Kultum Subuh yang kali ini diisi oleh salah satu kader muda potensial, Hero Najamudin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya takmir untuk menghadirkan siraman rohani di awal hari, sekaligus menjadi panggung kaderisasi bagi generasi muda agar lebih akrab dengan syiar Islam di lingkungan masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Hero Najamudin mengajak jamaah meluruskan kesalahpahaman tentang makna tawakal. Menurutnya, banyak orang menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa tindakan.

“Tawakal sering kali disalahpahami sebagai sikap menunggu tanpa melakukan apa pun. Padahal seluruh makhluk di alam ini mendapatkan rezekinya melalui usaha,” tegas Hero di hadapan jamaah yang baru saja menunaikan Salat Subuh berjamaah.

Ia kemudian membedah hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Tirmidzi) tentang perumpamaan seekor burung. Hadis tersebut menggambarkan burung yang keluar dari sarang pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.

“Dalam hadis itu terdapat kata ‘pergi’ dan ‘pulang’. Artinya, burung tersebut tidak diam di sarang. Ia mengepakkan sayap, terbang, dan mencari. Dari sinilah kita belajar bahwa tawakal adalah keyakinan hati, sementara ikhtiar adalah usaha fisik untuk membuka pintu-pintu rezeki tersebut,” jelasnya.

Menguatkan argumennya, Hero mengutip pandangan Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menegaskan bahwa meninggalkan usaha dengan dalih tawakal justru menunjukkan ketidaktahuan terhadap hakikat agama.

Allah memang Maha Pemberi rezeki, namun rezeki tersebut diletakkan di balik sebab-sebab yang harus diupayakan oleh tangan manusia sendiri. “Jika seekor burung saja dijamin rezekinya ketika ia mau terbang, maka manusia yang diberi akal tentu harus lebih semangat dalam berikhtiar dan tidak pernah putus harapan,” tutup Hero.

Kajian singkat namun padat ini diharapkan mampu memberikan energi positif bagi jamaah dalam memulai aktivitas hari Jumat dengan penuh optimisme dan integritas.

Kontributor: Muslim | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/