Pendekar Berjiwa Taqwa: Tapak Suci UMS Padukan Kekuatan Fisik dan Ketajaman Spiritual

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tapak Suci Unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) pada Sabtu-Ahad (28/2–1/3). Bertempat di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar Gumpang, kegiatan tahunan ini menjadi kawah candradimuka bagi para pendekar muda untuk memperkuat aspek batiniah di tengah gemblengan fisik.
Mengusung tema “Satu Malam Berjuta Makna: Dekat dengan Allah, Akrab dengan Sesama”, MABIT 2026 ini merujuk pada Pedoman Hidup Warga Muhammadiyah (PHWIM) terkait penguatan kehidupan berorganisasi yang Islami.
Ketua Panitia, Muhammad Hasbi Assidqi, menegaskan bahwa citra Tapak Suci tidak boleh berhenti pada ketangkasan fisik semata.
“Di Tapak Suci, kita tidak hanya membentuk pribadi yang kuat secara fisik, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia. Harapannya, nilai-nilai dari MABIT ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampus maupun masyarakat,” tegas Hasbi, Jumat (6/3).
Acara dibuka secara resmi oleh Yusuf Ibrahim, S.Psi., pendekar sekaligus salah satu pendiri Tapak Suci Unit 003 UMS. Dalam suasana penuh khidmat, ia berbagi kisah nostalgia tentang perjuangan MABIT di masa lalu. “Dulu MABIT dilaksanakan hingga tujuh hari penuh dengan menu buka seadanya tanpa kemewahan. Saya bersyukur tradisi ini masih terjaga hingga kini sebagai perekat tali kekeluargaan antar-generasi,” ungkap Yusuf.
MABIT kali ini dikemas dengan agenda yang variatif, mulai dari kajian keislaman, muhasabah, sarasehan lintas generasi, hingga Qiyamul Lail dan tadarus bersama. Tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, para pendekar UMS ini juga menunjukkan kepedulian sosial dengan turun ke jalan untuk membagikan puluhan porsi takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka.
Aksi sosial ini menjadi implementasi nyata dari teologi Al-Ma’un yang diajarkan dalam Muhammadiyah, membuktikan bahwa kehadiran UKM Tapak Suci memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Melalui MABIT 2026, Tapak Suci UMS kembali membuktikan perannya bukan sekadar wadah olahraga bela diri, melainkan juga sarana kaderisasi intelek-spiritual bagi mahasiswa Muhammadiyah.
Kontributor: Wulan | Humas
Editor: Al-Afasy



