LAZISMU dan Dikdasmen PDM Pemalang Beri Beasiswa Yatim Dhuafa untuk 35 Siswa

PWMJATENG.COM, PEMALANG – LAZISMU Pemalang bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Pemalang menyalurkan beasiswa pendidikan bagi 35 siswa yatim dan dhuafa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA selama satu tahun penuh. Program ini digelar di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang pada 27 Ramadan 1447 H atau 16 Maret 2026.
Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk bantuan biaya pendidikan yang disalurkan setiap bulan untuk membantu keberlangsungan sekolah para siswa penerima manfaat.
Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pemalang, Sudjadi, S.Pd., menyampaikan bahwa program beasiswa ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa yatim dan dhuafa agar mereka dapat belajar dengan lebih tenang.
“Program ini diharapkan dapat membantu siswa agar tetap dapat bersekolah tanpa terbebani masalah biaya pendidikan. Di sisi lain, ketika siswa dapat memenuhi kewajiban biaya pendidikannya melalui beasiswa ini, dana tersebut secara tidak langsung juga dapat membantu operasional sekolah secara kelembagaan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Pemalang, One Fase Kurniawan, mengatakan program beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih prestasi.
“Dengan adanya program ini, kami berharap para siswa semakin bersemangat dalam belajar. Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral agar mereka terus rajin belajar demi meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang, Ari Fitriadi, S.T., M.Pd. Ia menilai sinergi antara LAZISMU dan Majelis Dikdasmen dan PNF merupakan contoh nyata penerapan etos kerja Muhammadiyah Pemalang yang dikenal dengan GKS, yaitu Gembira, Kolektif Kolegial, dan Sinergitas.
Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus dikembangkan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Ia menambahkan, LAZISMU merupakan lembaga resmi yang mendapat mandat dari Muhammadiyah untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
Program beasiswa yatim dhuafa selama satu tahun ini, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.
Ari juga berpesan kepada para penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin dan terus berprestasi.
“Kalian adalah anak-anak terpilih. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Kami berharap suatu saat nanti kalian dapat menjadi generasi penerus yang mampu mengambil peran kepemimpinan, khususnya di Persyarikatan Muhammadiyah Pemalang,” pesannya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang itu turut dihadiri para kepala sekolah, guru, serta wali murid dari masing-masing siswa penerima beasiswa. Setelah rangkaian acara seremonial selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Editor: Al-Afasy



