Berita

Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader UMS Ditekankan Jadi Kader Unggul dan Berkemajuan

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Mahasiswa penerima Beasiswa Kader Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diingatkan agar tidak sekadar menjadi mahasiswa biasa, tetapi tampil sebagai kader unggul yang membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Pesan itu disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Kader di Auditorium Mohammad Djazman, Kampus I UMS.

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa mahasiswa penerima Beasiswa Kader UMS merupakan individu terpilih dari ribuan pendaftar. Karena itu, mereka perlu menyadari statusnya sebagai kader Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab lebih.

“Adik-adik semua adalah kader Muhammadiyah. Bahkan kader pilihan. Maka ini perlu disyukuri dan disadari,” ujarnya, Jumat (10/4).

Beasiswa Adalah Amanah Kaderisasi

Bambang menekankan bahwa beasiswa yang diterima bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Wujud pertanggungjawaban itu, kata dia, tercermin dalam karakter dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah.

Menurutnya, mahasiswa kader harus mampu menjadi pembaharu, pelopor, sekaligus pembeda di tengah masyarakat.

“Mahasiswa penerima beasiswa kader harus unggul dalam akademik, ibadah, dan kepedulian sosial. Itu yang mencerminkan kader Muhammadiyah berkemajuan,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi akademik, aktivitas organisasi, dan gerakan dakwah. Evaluasi akademik, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas mahasiswa kader.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter mahasiswa kader UMS agar mampu menjadi generasi penerus Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai keislaman dan kepedulian sosial,” tegasnya.

Mahasiswa Didorong Aktif di IMM dan Masjid Kampus

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, S.E., M.M., turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai bagian dari kader persyarikatan yang memiliki tanggung jawab besar.

“Beasiswa yang Anda terima adalah amanah. Muhammadiyah tidak meminta pengembalian dalam bentuk materi, tetapi dalam bentuk kontribusi nyata,” tegasnya.

Dodok juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), memakmurkan masjid kampus, serta menunjukkan keunggulan akademik.

“Jangan sampai mahasiswa kader Muhammadiyah tertinggal secara akademik. Kalian harus unggul, baik intelektual maupun spiritual,” pesannya.

Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari upaya UMS menyiapkan kader Muhammadiyah yang unggul, berintegritas, dan berkemajuan, baik dalam bidang akademik maupun pengabdian sosial.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/