Bantu Korban Bencana, UMP Ringankan Biaya Kuliah Mahasiswa NTT Hingga Tanggung Biaya Hidup

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto terus memperkuat aksi sosial untuk meringankan beban masyarakat terdampak musibah. Oleh karena itu, kampus ini resmi membebaskan biaya registrasi bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur. Kebijakan ini menyasar mahasiswa aktif serta calon mahasiswa baru.
Selain itu, Rektor UMP Prof Dr Jebul Suroso memantau langsung kondisi mahasiswa terdampak. Pihak kampus bahkan bergerak cepat memastikan keberlangsungan studi mereka. Langkah ini diambil agar musibah tidak memutus mimpi generasi muda.
“Kami menyampaikan duka mendalam bagi para korban musibah di NTT, khususnya keluarga mahasiswa UMP,” kata Prof Dr Jebul Suroso.
Keringanan Biaya Registrasi dan Bantuan Biaya Hidup
Melalui program bantu korban bencana UMP ringankan biaya kuliah mahasiswa NTT, kampus memangkas beban administrasi registrasi. Selanjutnya, universitas juga menyiapkan subsidi biaya harian bagi mahasiswa di Purwokerto. Dukungan ini menjaga kestabilan ekonomi mahasiswa selama masa krisis.
Kemudian, Rektor menegaskan bahwa kendala finansial tidak boleh menghentikan langkah kuliah. Sebab, perguruan tinggi harus hadir memberikan kepastian masa depan. Kebijakan ini menjadi jalan keluar konkret bagi keluarga terdampak.
“Kami memberikan keringanan proses registrasi mahasiswa lama maupun baru. UMP siap mendampingi kebutuhan hidup mereka selama berada di Purwokerto,” jelas Prof Dr Jebul Suroso.
Komitmen Kampus Sebagai Rumah Bersama
Sikap tanggap bantu korban bencana UMP ringankan biaya kuliah mahasiswa NTT menegaskan komitmen solidaritas. Oleh sebab itu, kampus merangkul seluruh mahasiswa dari daerah bencana tanpa terkecuali. Ikatan kekeluargaan ini memberi ketenangan batin bagi para mahasiswa.
“Teman-teman dari NTT, UMP adalah keluarga kalian. Kita siap bersama merajut masa depan dan sukses bersama,” tegas Rektor UMP.
Sementara itu, keberagaman latar belakang mendorong kampus mengedepankan nilai kemanusiaan. Maka dari itu, tanggung jawab universitas mencakup pendampingan mental dan ekonomi. Pihak pimpinan memastikan tidak ada mahasiswa yang merasa berjuang sendiri.
Kesempatan Emas Calon Mahasiswa Baru NTT
Program bantu korban bencana UMP ringankan biaya kuliah mahasiswa NTT juga terbuka bagi lulusan sekolah menengah. Hasilnya, lulusan SMA sederajat di wilayah bencana tetap bisa mendaftar perguruan tinggi. Pintu pendaftaran dibuka lebar untuk melanjutkan pendidikan.
Selain itu, fasilitas yang disediakan mencakup keringanan uang kuliah hingga alokasi uang saku harian. Kebijakan ini membangkitkan asa generasi muda di tengah situasi sulit. Bahkan, pihak universitas terus berupaya memperluas jangkauan manfaat bantuan.
“Kami mengundang teman-teman dari lokasi bencana yang ingin kuliah. UMP memfasilitasi biaya pendidikan dan bantuan hidup harian,” tutur Prof Dr Jebul Suroso.
Apresiasi Mahasiswa Terdampak Bencana
Kebijakan ini disambut hangat oleh para mahasiswa penerima manfaat. Fransiska Cabrini Mawo, mahasiswa Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan asal NTT, menyampaikan rasa terima kasih mendalam. Sebab, bantuan ini sangat meringankan beban orang tua di kampung halaman.
“Saya sangat menghargai komitmen UMP yang peduli pada kami. Kebijakan ini menjadi lecutan semangat untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu,” ungkap Fransiska.
Pada akhirnya, aksi nyata bantu korban bencana UMP ringankan biaya kuliah mahasiswa NTT membuktikan kepekaan sosial lembaga pendidikan. Kampus memperlihatkan peran aktifnya dalam membantu masyarakat melewati masa krisis. Bantuan ini diharapkan terus memberikan dorongan moral bagi seluruh penerima.
Kontributor: tgr
Editor: Akmal



