Berita

Jelang Pemilu Serentak 2019, Muhammadiyah Karanganyar Hadirkan Din Syamsuddin Dalam Rakor Persyarikatan

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Triwulan Persyarikatan Putaran ke-8, sebuah agenda rutin yang dilakukan oleh Muhammadiyah Karanganyar. Bertempat di GOR. RM Said Kabupaten Karanganyar, Ahad (31/03) lebih kurang 6.000 warga Muhammadiyah Karanganyar menghadiri kegiatan yang mendatangkan Din Syamsuddin salah satu tokoh besar di persyarikatan Muhammadiyah yang saat ini masih menjabat Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Labu Jakarta Selatan.

Rapat Koordinasi Triwulan atau biasa disebut sebagai Hari berMuhammadiyah kali ini sekaligus dilakukan bersamaan dengan Launching Mobil Layanan Umat Lazismu dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar sebagai Rumah Sakit Tanggap Bencana, dengan mengambil tema sentral “Kontribusi Strategis Pilihan Politik Warga Muhammadiyah Dalam Pemilihan Umum 2019”.Sebelum ketua PDM Kabupaten Karanganyar menyampaikan laporan kegiatan, Ketua PCM Karanganyar Kota Suharta melaporkan pelaksanaan kegiatan rakor triwulan putaran ke-8 sekaligus menyampaikan perkembangan Cabang Muhammadiyah yang dipimpinnya, “Selain kegiatan kajian rutin dibeberapa lokasi, pengelolaan AUM pada hari ini kami secara bersamaan melaunching tambahan 3 unit Mobil Layanan Umat Lazismu dari PCM Karanganyar, SMK Muh 3 Karanganyar dan SMP Darul Arqom Karangnyar”.

Sementara itu Ketua PDM Karanganyar Muh. Samsuri dalam sambutannya meyampaikan perkembangan gerakan Trisula Baru Muhammadiyah sebagai arah gerakan baru dalam bidang MDMC/LPB, ZIS dan Pemberdayaan Umat. “Trisula Baru Muhammadiyah (MDMC/LPB, ZIS dan Pemberdayaan Umat) sebagai bagian arah gerakan Muhammadiyah pada abad ke-2 mengabdikan diri kepada masyarakat. Banyak hal yang telah kami lakukan dalam mewujudkan hal tersebut antara lain dengan melibatkan LPB/MDMC, RS PKU Muhammadiyah dalam setiap penanggulangan bencana yang terjadi di daerah, wilayah, nasional maupun internasional. Penyediaan mobil layanan umat Lazismu yang sudah berjumlah 16 mobil se-Kabupaten Karanganyar, penghimpunan serta pentasyarufan ZIS pada tahun 2018 sejumlah 2,3 milyar dan peberdayaan ekonomi umat melalui pendirian PT. Cahaya Bumi Intanpari yang merupakan produsen air minum dalam kemasan merek Airmu dan pengelolaan Tokomu.”

“Terkait urgensi tema rakor pada putaran ke-8 kali ini, tahun 2019 merupakan tahun politik kami mendorong warga Muhammadiyah untuk aktif menjadi pemilih yang cerdas sekaligus mendorong penempatan kader-kader terbaik persyarikatan di legislatif dan lain-lain melalui kerja-kerja politik” tambah Muh. Samsuri.

Din Samsuddin yang merupakan Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ketua PP Muhammadiyah dua periode tahun 2005-2015 sangat mengapresiasi dinamika gerakan Muhammdiyah di Karanganyar. “Selalu ada yang “anyar” (baru) setiap kali saya hadir di Karanganyar, ini membuktikan bahwa dinamika persyarikatan Muhammadiyah di Karanganyar ini sangat maju. Tentunya saya sangat bergembira dan menyambut positif atas gerakan-gerakan tersebut” kata Din Syamsuddin dalam sambutannya.

Terkait dengan politik sebagai jabatan strategis dalam mengatasi permasalahan umat Din Syamsuddin meyampaikan pentingya factor leadership yang sangat menentukan arah bangsa. “Perlu adanya kepemimpinan baru atau kepemimpinan transformative berupa perubahan kepemimpinan bukan yang biasa-biasa apalagi dibawah standar. Dibutuhkan pemimpin yang mampu menggerakkan dan menjadi pemersatu atas potensi-potensi kekuataan bangsa”.

Sedangkan mengenai memilih dalam pemilu menurut Din Syamsuddin bagi warga dan khususnya Muhammadiyah ada tanggung jawab dunia akherat, ada dua pendekatan yang perlu diperhatikan. Antara lain :
1. Memilih dengan pendekatan ruhiyah/spiritual atau istilahnya Istfti Qolbak memilih dengan memperhtikan fatwa hati sanubari “mintalah fatwa pada qolbu atau hati dalam menentukan pilihan”.
2. Pendekatan Aqliyah, yaitu pendekatan akal pikiran dalam kurang sudah diperingatkan Afala ta’qiluun yang berarti apakah kamu tidak berfikir? “jadi jangan terpengaruh oleh opini jangan pragmatis dan bersifat sesaat”.

Sebagai penutup Din Syamsudin berpesan kepada warga Muhammadiyah Karanganyar dalam dua hal, “saya berpesan kepada seluruh warga Muhmmadiyah, pertama : Cukuplah bagi orang-orang yang cerdas itu dengan insyarat dan kedua : Jangan ambil uangnya dan jangan pilih oranganya, karena laknat Allah bagi penyuap dan yang disuap. (MPI PDM Kra-JOe).

Aji Rustam

Jurnalis MPI PWM Jateng, Wartawan Seniour TribunJateng

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE