Abdul Mu’ti di Wisuda UCY: Ijazah Penting, Tapi Kuliah Sesungguhnya Ada di Masyarakat
PWMJATENG.COM, JEPARA – Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) resmi meluluskan 206 sarjana baru dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Tahun Akademik 2025/2026. Acara tersebut berlangsung di Rich Hotel Yogyakarta pada Sabtu, 30 Oktober 2026. Momentum ini menjadi ruang refleksi agar lulusan tidak terjebak pada kebanggaan ijazah semata.
Pesan mendalam itu disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti Wisuda UCY, saat memberikan orasi ilmiah. Di hadapan ratusan wisudawan, orang tua, dan civitas akademika, Mu’ti mengucapkan selamat sekaligus mengingatkan bahwa tantangan nyata baru saja dimulai.
Dalam orasinya, Mu’ti menegaskan bahwa ijazah merupakan bekal penting untuk meniti karier. Namun, dokumen akademik tersebut bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan seseorang di masa depan.
“Ijazah yang saudara-saudara miliki tentu sangat penting untuk meraih karier, tapi bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan. Pendidikan formal sangat terbatas oleh ruang dan waktu, sedangkan kuliah yang sesungguhnya adalah di masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti yang disambut tepuk tangan hadirin.
Keseimbangan Akademik dan Adaptabilitas
Lebih lanjut, Mendikdasmen menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecakapan akademik dan praktis. Banyak sarjana ber-IPK tinggi justru mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan dinamika sosial yang kompetitif.
Kreativitas, pola pikir inovatif, dan daya adaptasi menjadi kunci utama agar lulusan tidak tergerus zaman. Kombinasi kompetensi ini sangat menentukan daya saing alumni di dunia kerja.
“Mahasiswa dengan nilai akademik tinggi tetapi hanya punya modal itu saja akan kesulitan saat bertarung di dunia nyata. Idealnya, prestasi akademik yang tinggi harus berjalan beriringan dengan kreativitas yang tinggi,” tegas Mu’ti.
Rektor UCY Beberkan Data Sarjana Menganggur
Sementara itu, Rektor UCY Dr. Ir. Hery Kristiyanto, S.T., M.T., IPM., memaparkan data nasional yang menjadi alarm bagi dunia pendidikan tinggi. Sebanyak 206 wisudawan tersebut terdiri dari Prodi Teknik Sipil 70 orang, Manajemen 60 orang, Ilmu Hukum 35 orang, Pendidikan Agama Islam 13 orang, Hukum Keluarga 11 orang, Akuntansi 10 orang, Pendidikan Matematika 6 orang, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 1 orang.
Hery menggarisbawahi tantangan berat yang menanti para lulusan di luar kampus. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional BPS per Mei 2026, jumlah pengangguran nasional mencapai 7,22 juta orang, di mana porsi dari lulusan perguruan tinggi meningkat hingga 14 persen atau setara 1 juta orang.
“Artinya, ijazah saja tidak lagi cukup. Kehadiran kecerdasan buatan turut mengubah cara kerja berbagai profesi. Karena itu, Saudara harus terus mengasah kecakapan baru, berpikir kritis, dan berani menciptakan lapangan kerja,” papar Hery.
Teladan H.O.S. Tjokroaminoto dan Sinergi Pendidikan
Selain tantangan karier, Rektor UCY juga mengingatkan alumni agar mewaspadai ancaman di ruang digital seperti hoaks, judi online, hingga pinjaman online ilegal. Nilai-nilai luhur pahlawan nasional H.O.S. Tjokroaminoto diharapkan mampu menjadi landasan moral bagi para alumni.
Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Ia meyakini pembekalan nilai islami dan kebangsaan di UCY mampu mengantar para wisudawan melewati berbagai tantangan global.
Refleksi Perjalanan Panjang Mahasiswa
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika perwakilan lulusan, Almira Hasna Zulaiha, S.H., menyampaikan kesan pesannya. Ia mengenang dinamika perkuliahan yang melelahkan hingga fase revisi skripsi yang penuh tekanan.
“Kita pernah tertawa lelah bahkan ingin menyerah, tetapi hari ini kita memahami bahwa proses itu membentuk mental kita. Kampus mengajarkan cara berpikir kritis dan cara tetap berdiri ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana,” kenang Almira menutup pidatonya.
Kontributor: Nashrul Muminin S.Pd,. C.PW. C.IJ
Editor: Akmal



