Darurat Krisis Membaca Anak: FKIP UMKABA dan FIP UNP Beberkan Solusi Mengatasi Learning Poverty
PWMJATENG.COM, KENDAL – Fenomena learning poverty atau krisis kemampuan membaca pada anak kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas perguruan tinggi.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) bersama Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Seminar Nasional secara daring melalui Zoom, Jumat (30/10/2026).
Kolaborasi dua perguruan tinggi ini secara khusus membedah inovasi pembelajaran Oral Reading Fluency demi membangun ekosistem literasi inklusif di sekolah. Langkah strategis ini sekaligus menjadi solusi nyata untuk menekan angka learning poverty di Indonesia.
Inovasi Pembelajaran Oral Reading Fluency
Forum ilmiah tersebut menghadirkan empat akademisi terkemuka dari kedua institusi. Dekan FKIP UMKABA Rachmat Imam Muslim, M.Pd. membuka pemaparan bersama pakar pendidikan Dr. Dian Kusumawati, M.Pd., dan Dr. Chandra, M.Pd.
Sementara itu, Dekan FIP UNP Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons. menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dalam menyusun materi ajar. Kehadiran para pakar ini memperkuat gagasan bahwa mengatasi learning poverty menuntut perhatian penuh pada keberagaman kebutuhan belajar siswa.
Lewat ruang diskusi interaktif, para narasumber membagikan metode Oral Reading Fluency yang terbukti efektif meningkatkan kelancaran membaca anak. Penerapan metode ini diharapkan mampu menekan risiko learning poverty sejak jenjang pendidikan dasar.
Perluas Kolaborasi dan Riset Pendidikan
Bagi FKIP UMKABA, kemitraan strategis bersama FIP UNP ini membuka ruang luas untuk pengembangan kapasitas akademik keberlanjutan. Kedua pihak telah merancang sejumlah agenda konkret setelah seminar nasional berakhir.
Rencana tindak lanjut tersebut mencakup riset bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga program kuliah tamu lintas kampus. Langkah ini diyakini memperkuat ekosistem akademik yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Selain itu, pertukaran narasumber dan dosen tamu akan memperkaya perspektif keilmuan sivitas akademika. Sinergi ini sekaligus menjadi benteng pencegahan learning poverty melalui perbaikan mutu tenaga pengajar.
Komitmen Keberlanjutan Mutu Pendidikan
Dekan FKIP UMKABA dan Dekan FIP UNP sepakat bahwa kerja sama antarlembaga tidak boleh berhenti pada acara seremonial semata. Hasil nyata dari seminar nasional ini harus mewujud dalam program terukur yang berdampak langsung bagi sekolah.
Ke depan, kedua fakultas terus mematangkan program pendampingan literasi di berbagai daerah. Upaya kolektif ini diharapkan mampu mengikis learning poverty secara signifikan di seluruh pelosok negeri.
Melalui kolaborasi berkesinambungan ini, FKIP UMKABA dan FIP UNP optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembenahan kualitas pendidikan nasional.
Kontributor: Imam Santoso
Editor: Akmal



