Silatnas BEM PTMA di UMS: 166 Kampus Muhammadiyah Bersatu Bahas Krisis Lapangan Kerja hingga Isu Sampah
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Sebanyak 166 perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah menggelar Silatnas BEM PTMA di UMS pada 29–31 Oktober 2026. Pertemuan nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta ini menjadi ruang konsolidasi kritis untuk menyikapi krisis lapangan kerja hingga masalah lingkungan nasional.
Melalui agenda berteks besar “Merawat Persyarikatan, Menjaga Indonesia”, konsolidasi ini menguatkan kontribusi intelektual mahasiswa bagi bangsa. Koordinator Presidium BEM PTMA Indonesia, Yogi Syahputra Alaydrus, menegaskan bahwa momentum ini mempertemukan berbagai gagasan strategis dari seluruh penjuru daerah.
Fokus Bahas Isu Lapangan Kerja dan Pengangguran
Krisis pekerjaan bagi generasi muda menjadi salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., menyoroti keterbatasan masalah lapangan kerja lulusan perguruan tinggi serta ketimpangan ekonomi nasional yang makin nyata.
Menurut Bambang, tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah melahirkan lebih banyak wirausahawan yang sanggup menyerap tenaga kerja secara bermartabat. Ia mengkritik fenomena maraknya pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online, yang menjadi opsi bertahan hidup akibat minimnya sektor formal. Oleh karena itu, mahasiswa harus aktif merumuskan reformasi ekonomi demi menciptakan kesempatan kerja yang lebih adil.
Dorong Kritik Substantif dan Solusi Lingkungan
Senada dengan isu ekonomi, faktor lingkungan dan kebijakan publik juga masuk dalam radar pembahasan. Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto, S.H., M.Kn., mengajak seluruh aktivis mahasiswa untuk menghasilkan kritik substantif mahasiswa yang berbasis kajian mendalam demi memperbaiki arah kebijakan pemerintah.
Selain itu, Respati mendorong mahasiswa menciptakan inovasi pengelolaan sampah dan pencemaran sungai yang membawa nilai ekonomi bagi masyarakat. Di sisi lain, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Ihwan Susila, Ph.D., menegaskan lima peran strategis BEM PTMA sebagai kekuatan moral, agen perubahan, serta penggerak kolaborasi pengabdian masyarakat.
Pelaksanaan Silatnas BEM PTMA di UMS ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkrit. Konsolidasi mahasiswa Muhammadiyah tersebut membuktikan komitmen gerakan mahasiswa dalam mengawal kebijakan jangka panjang demi kesejahteraan generasi mendatang.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



