UMS Bekali Guru Muhammadiyah Bayat Keterampilan Buat Snack dan Kue untuk Bekal Purna Tugas
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Dosen dan tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan tata boga bagi tenaga pendidik di Kabupaten Klaten. Langkah nyata ini menjadi bekal purna tugas agar para guru tetap produktif, mandiri, serta bahagia saat memasuki masa pensiun.
Kegiatan pemberdayaan ini menyasar para pendidik yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah dan Madrasah (K3SM) Kecamatan Bayat. Dalam program ini, UMS memberikan keterampilan buat snack dan kue yang berpotensi menjadi modal bisnis rumahan.
“Praktik pembuatan snack dan kue ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengenal pengolahan makanan. Keterampilan ini berpotensi besar mereka kembangkan menjadi usaha rumahan secara mandiri,” ujar Ketua Tim Pengabdian UMS, Lusi Nuryanti, Ph.D., Rabu (21/10/2026).
Lusi menjelaskan bahwa sektor makanan memiliki fleksibilitas tinggi bagi para pensiunan. Pasalnya, para peserta dapat menyesuaikan skala produksi dengan kemampuan serta sumber daya harian masing-masing.
Peluang Usaha Kuliner dan Aspek Manajemen Bisnis
Menurut Lusi, produk olahan pangan memiliki ceruk pasar yang sangat terbuka lebar. Pemasaran produk dapat menjangkau tetangga sekitar, pesanan acara keluarga, hingga pemasaran digital melalui media sosial.
“Pembuatan snack dan kue memiliki peluang bisnis yang besar karena produk makanan dapat dipasarkan melalui berbagai saluran. Mulai dari penjualan langsung hingga memanfaatkan media sosial,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya aspek kelayakan usaha agar usaha kuliner pensiunan ini dapat berjalan secara profesional. Karena itu, tim pelatihan UMS tidak hanya mengajarkan resep, tetapi juga membagikan strategi pengemasan dan kalkulasi biaya.
“Selain keterampilan mengolah bahan, para guru memahami pentingnya menjaga kualitas produk, kebersihan produksi, pengemasan menarik, hingga penghitungan biaya secara presisi. Pemahaman aspek bisnis ini menjadi dasar dalam merencanakan usaha secara terarah,” tambah Lusi.
Menjaga Kesehatan Mental dan Kemandirian Finansial
Program yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) tersebut juga menggabungkan materi perencanaan keuangan keluarga. Sinergi materi ini menjadi bekal purna tugas yang utuh bagi para guru Muhammadiyah Bayat.
“Persiapan masa pensiun tidak hanya berkaitan dengan perubahan rutinitas harian, tetapi juga menyangkut kesiapan menjalani kehidupan yang tetap aktif dan bermakna,” tutur Lusi.
Ia berharap ragam materi ini mampu menjaga kesehatan mental serta mempererat interaksi sosial para peserta. Melalui kegiatan ini, masa purna tugas bukan lagi akhir pengabdian, melainkan awal fase baru yang mandiri.
“Aktivitas membuat makanan kecil ini tidak hanya menghasilkan tambahan pendapatan, tetapi juga menjadi sarana membangun interaksi sosial yang positif. Kami berharap para guru terus berkarya dan berdaya,” pungkasnya.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



