Dorong Tata Kelola Modern, PWM Jateng Gelar Bimtek Eksekutif PDM Jawa Tengah di UMPP Pekalongan
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggandeng Biro Organisasi Monitoring Kinerja (BOMK) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Eksekutif PDM Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Kegiatan strategis ini berlangsung di Ruang Teater Lantai 7 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).
Agenda penting ini menghadirkan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dari tiga karesidenan sekaligus. Utusan yang hadir mencakup Kedu Raya (Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, Kebumen, Wonosobo), Banyumas Raya (Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga), serta Pekalongan Raya (Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang).
Manajer Eksekutif PWM Jawa Tengah Ikhwanushoffa, S.Pd., M.M. bersama Anggota BOMK PWM Jawa Tengah Dr. Dinar Apriyanto, S.TP., M.Sc. hadir langsung memberikan pemaparan teknis. Keduanya membekali para eksekutif PDM dengan instrumen manajemen modern.
Perkuat Tertib Administrasi Keuangan dan Pemetaan Stakeholders
Dalam sesi materi, Anggota BOMK PWM Jawa Tengah Dr. Dinar Apriyanto, S.TP., M.Sc. menyoroti dua tantangan utama penguatan organisasi di tingkat daerah. Tantangan pertama berkaitan erat dengan penataan tertib administrasi keuangan.
“Tertib administrasi keuangan mempermudah proses audit internal maupun eksternal. Selain itu, langkah ini menghindarkan organisasi dari potensi masalah keuangan yang tidak kita inginkan,” ujar Dinar saat diwawancarai usai Kegiatan Bimtek Eksekutif PDM Jawa Tengah.
Tantangan kedua mencakup pengelolaan para pemangku kepentingan (stakeholders management). Dinar menegaskan setiap daerah memiliki karakteristik pemangku kepentingan yang berbeda. Oleh karena itu, para manajer melatih pemetaannya menggunakan analisis instrumen Power Interest Matrix.
Penerapan KPI untuk Pacu Kinerja dan Akuntabilitas AUM
Selanjutnya, Dinar memaparkan pentingnya Indikator Kinerja Utama atau Key Performance Indicator (KPI). Kehadiran KPI menjadi sarana utama PWM Jawa Tengah dalam mengukur keberhasilan program kerja PDM beserta amal usaha di bawahnya.
“Manajer PDM bertindak sebagai pemimpin yang memastikan seluruh program di AUM, PCM, hingga PRM berjalan teratur. Pelaporan yang rapi dan transparan menjadi kunci utama mengukur produktivitas tersebut,” jelasnya.
Melalui Bimtek Eksekutif PDM Jawa Tengah ini, instrumen KPI berfungsi mengawal pimpinan daerah agar dapat mencapai target secara terukur dan akuntabel. Para manajer eksekutif memegang peran sentral sebagai penggerak indikator keberhasilan tersebut.
Transformasi Manajer dari Tugas Operasional ke Langkah Strategis
Pada akhir pemaparannya, Dinar mendorong pergeseran peran manajer eksekutif PDM di seluruh karesidenan. Manajer tidak boleh hanya berfokus pada rutinitas pekerjaan operasional harian.
“Para eksekutif PDM harus bertransformasi dari operational task menuju strategic task. Manajer eksekutif merupakan mitra diskusi strategis bagi pimpinan daerah dalam mengambil keputusan penting,” tegas Dinar.
Langkah imbang antara tertib administrasi dan pemikiran strategis ini diyakini mempercepat kemajuan organisasi. Komitmen Bimtek Eksekutif PDM Jawa Tengah ini selaras dengan visi PWM Jawa Tengah untuk mewujudkan tata kelola Muhammadiyah yang maju, profesional, dan modern.
Kontributor: Risky Maradona
Editor: Akmal



