Konseptual Proker M-49: GRAND STRATEGY 3J (Part 4)

Baca Part 3 >> PURPOSE GERAKAN MUHAMMADIYAH
Untuk menerjemahkan Islam Berkemajuan menjadi gerakan yang sederhana, mudah dipahami, dapat dilaksanakan, dan dapat diukur sampai tingkat ranting, Program Muhammadiyah 2027–2032 menggunakan Grand Strategy 3J: Jamaah, Jam’iyah, Jariyah.
Ketiganya bukan tiga program yang terpisah, melainkan satu ekosistem gerakan Muhammadiyah:
- Jamaah: adalah manusia yang menjadi subjek sekaligus penerima manfaat gerakan. (Pimpinan, Anggota, simpatisan, .asyarakat)
- Jam’iyah: adalah organisasi yang menghimpun, mengarahkan, dan menggerakkan kekuatan jamaah. (Persyarikatan muhammadiyah PP – PRM)
- Jariyah: adalah amal, institusi, aset, ilmu, pelayanan, dan manfaat yang dihasilkan oleh Jam’iyah untuk masyarakat. (AUM, BUMM)
Hubungan ketiganya membentuk siklus:
Jamaah → Kader → Jam’iyah → Jariyah → Manfaat → Jamaah Baru.
Semakin luas Jamaah, semakin besar sumber daya gerakan. Semakin kuat Jam’iyah, semakin baik kekuatan tersebut diorganisasikan. Semakin besar Jariyah, semakin luas manfaat yang dirasakan masyarakat. Semakin besar manfaat, semakin tinggi kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut kemudian memperluas kembali Jamaah. Inilah Siklus Pertumbuhan Gerakan Muhammadiyah.
Lalu di mana Internasionalisasi?
Ini juga penting.
Saya tidak akan menghilangkannya.
Tetapi pada Muktamar 49 internasionalisasi sebaiknya bukan lagi program kedelapan yang berdiri sendiri.
Muktamar 48 memang menempatkan digitalisasi dan internasionalisasi sebagai agenda penting, termasuk penerjemahan pemikiran Muhammadiyah, publikasi internasional, optimalisasi PCIM/PCIA dan jejaring global.
Muhammadiyah Pada Muktamar 49 harus menaikkannya menjadi dimensi dampak:
Local Roots – Nasional Impact – Global Reach.
Artinya semua 3J harus mempunyai dimensi global:
- Jamaah → komunitas Muhammadiyah global.
- Jam’iyah → jaringan PCIM/PCIA dan strategic partnership global.
- Jariyah → sekolah, universitas, kesehatan, kemanusiaan, riset dan model sosial Muhammadiyah yang mendunia.
Delapan prioritas Muktamar 48 tetap kita hormati sebagai fondasi dan continuity, tetapi Muktamar 49 melakukan reframing dari “8 agenda” menjadi “1 arsitektur gerakan”.
Part 5 >>STRATEGI MENGUATKAN DAN MEMPERLUAS JAMAAH



