Berita

Hari Ketiga di Coban Rondo, Semangat Santri Sulsel Tembus Final Lomba Pidato

PWMJATENG.COMMALANG – Memasuki Hari Ketiga di Coban Rondo, Semangat Santri Sulsel kian membara di ajang Kemah Santri Nasional II 2026. Kontingen Sulawesi Selatan berhasil menorehkan capaian membanggakan setelah meloloskan deretan santri terbaiknya ke babak final cabang lomba pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Suasana Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, makin ramai dan penuh dinamika pada Rabu (23/9/2026). Pimpinan LP2M PWM Sulsel mendampingi langsung sekitar 200 santri Muhammadiyah asal Sulsel. Merekapun berbaur akrab bersama ribuan peserta lain yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Sejuknya udara pegunungan Coban Rondo sama sekali tidak mengendurkan antusiasme anak-anak. Para santri tampil percaya diri dalam setiap cabang perlombaan. Sebagian santri bertanding sengit, sementara sebagian lain riuh memberikan dukungan moral dari tepi lapangan.

Daftar Santri Sulsel yang Melaju ke Babak Final

Semangat pantang menyerah tersebut membuahkan hasil manis bagi kontingen Sulawesi Selatan. Pada cabang pidato Bahasa Arab tingkat SMP/MTs, Salsabila Alya Zahra dan Alif sukses melenggang ke babak final. Sementara untuk level MA, empat nama sekaligus menyusul, yakni Ahmad Zaki Ruslan, Muh. Faqih Muazzam Khalik, Aqdarisyah, dan Sayyidatul Mardhiyah.

Prestasi mengagumkan ini juga berlanjut pada cabang pidato Bahasa Inggris. Kategori SMP menempatkan Alesha Azzahra Ihsan, Mikayla Sausan Justicia, Nur Syahira, serta Ahmad Noor Wahid ke partai puncak. Pada level MA, Andi Bidadari Ahava melengkapi dominasi Sulsel di babak final.

Pimpinan dan tim pendamping mengapresiasi tinggi seluruh perjuangan peserta. Hari Ketiga di Coban Rondo, Semangat Santri Sulsel ini terbukti menjadi ajang penting untuk membentuk mental, memperluas silaturahmi, serta mengukir prestasi nasional.

Kontributor: HFS/Agus Salim
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *