Ahmad Tohari Ajak Pelajar Muhammadiyah Banyumas Hilangkan Budaya Malas Baca
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Sastrawan kawakan tanah air, Ahmad Tohari, mengajak generasi muda untuk aktif membongkar kebiasaan malas membaca di tengah rendahnya tingkat literasi nasional. Penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk ini menegaskan bahwa kebiasaan membaca menjadi fondasi utama untuk mencetak generasi yang cerdas dan berdaya saing tinggi.
Pesan penting tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Tohari saat mengisi kegiatan Kelas Literasi di Perpustakaan Ahmad Tohari, Ahad (6/9/2025). Agenda bulanan garapan PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Banyumas ini menghadirkan puluhan peserta dari berbagai wilayah kecamatan.
Ahmad Tohari Dorong Kebanggaan Bahasa Banyumasan
Dalam sesi diskusi, Ahmad Tohari mengingatkan para kader Pelajar Muhammadiyah agar tidak merasa malu menggunakan bahasa ibu mereka. Bahasa Banyumasan atau bahasa Panginyongan memiliki nilai egaliter yang sangat tinggi sehingga sangat cocok dengan napas kesetaraan dan demokrasi masa kini.
Meski begitu, penguasaan Bahasa Indonesia yang baik serta bahasa asing tetap menjadi syarat mutlak bagi anak muda. Penggabungan pemahaman budaya lokal dan kemampuan bahasa internasional akan membuka cakrawala berpikir pelajar di tengah perubahan zaman.
Ajak Pelajar Muhammadiyah Berani Menulis dari Hal Sederhana
Selain mendorong minat baca, Ahmad Tohari juga memotivasi para peserta agar berani mengekspresikan gagasan lewat karya tulis. Keterampilan menulis bukanlah hak istimewa tokoh besar semata, melainkan keahlian biasa yang bisa tumbuh melalui kebiasaan mencatat hal-hal sederhana di lingkungan sekitar.
Inisiatif rutin PD IPM Banyumas melalui program Kelas Literasi ini panen pujian dari sang sastrawan. Kegiatan ilmiah tersebut terbukti membakar semangat Pelajar Muhammadiyah untuk terus mengasah kecakapan literasi sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal Banyumas.
Kontributor: Yudistira Brigas Wohingati
Editor: Akmal



