Mahasiswa Internasional UMP Tembus 19 Negara, UMP Mantapkan Langkah Menuju Kampus Kelas Dunia

PWMJATENG.COM, GROBOGAN – Universitas Muhammadiyah Purwokerto terus menancapkan taringnya di kancah global melalui penyambutan 33 mahasiswa internasional UMP dari 19 negara. Selain itu, Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) menggelar agenda penyambutan tersebut dalam ajang Campus Life and Academic Program (CLAP) 2026 di Aula AK Anshori, Jumat (4/9/2026).
Ragam Skema Beasiswa Mahasiswa Asing
Para mahasiswa asing tersebut berasal dari berbagai negara, mulai dari Madagaskar, Nigeria, Tanzania, hingga Thailand dan India. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa internasional UMP ini semakin mempertegas jangkauan jalinan global kampus yang kian meluas.
Dalam hal ini, seluruh mahasiswa menempuh studi melalui beragam jalur pendanaan. Kampus menyediakan jalur Beasiswa Rektor UMP serta kerja sama sekolah mitra, termasuk program pemerintah seperti Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Darmasiswa. Bahkan, sebagian peserta juga menempuh pendidikan lewat jalur mandiri.
Sementara itu, Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., menegaskan bahwa CLAP 2026 menjadi sarana vital pengenalan iklim akademik kampus. Selanjutnya, pihak kampus terus menjajaki kerja sama pendanaan luar negeri demi menyerap lebih banyak pelajar asing.
“Target kami, minimal 25 persen mahasiswa internasional UMP meraih pendanaan dari luar kampus. Dengan demikian, langkah ini akan semakin memicu minat pelajar mancanegara untuk kuliah di sini,” ujar Condro.
Menuju World Class University
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyambut hangat seluruh peserta di kampus tercinta. Sebab, beliau menekankan pentingnya interaksi lintas budaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan terbuka.
“Selamat datang di Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sebab, kampus ini memegang komitmen kuat terhadap pergaulan global,” ungkap Prof. Jebul Suroso.
Lebih lanjut, beliau berharap para pelajar asing sanggup menyerap kebudayaan lokal sekaligus menjadi duta persahabatan antarnegara. Sebab, kehadiran mereka membawa ide baru yang mempercepat langkah kampus menjadi World Class University UMP.
Akhirnya, penyelenggaraan orientasi ini tak sekadar menaikkan kuantitas peserta didik asing, melainkan juga membentuk ekosistem akademik yang inklusif. Sebab, keberhasilan memfasilitasi mahasiswa internasional UMP membuktikan kesiapan kampus untuk bersaing secara global.
Kontributor: Amr/Chy
Editor: Akmal



