Muhammadiyah Jateng Kirim Tim Medis Bantu Bencana NTT
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah melepas rombongan relawan Muhammadiyah Jateng bencana NTT di Semarang, Senin (24/8/2026). Pemberangkatan ini menyasar wilayah terdampak bencana alam NTT yang membutuhkan pendampingan kesehatan mendesak.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., memimpin langsung pelepasan lima personel relawan tersebut. Rombongan ini terdiri dari empat tenaga medis serta satu tenaga media.
Sinergi tiga lembaga Muhammadiyah Jawa Tengah mendukung penuh aksi kemanusiaan ini. Tiga lembaga tersebut mencakup Lazismu Jawa Tengah, MPKU Jateng, serta MDMC Jateng.
Perjalanan Darat dan Laut Misi Kemanusiaan
Ketua MDMC Jawa Tengah, Dr. Istanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan skema perjalanan para personel ke lokasi tujuan. Tim pertama ini mengandalkan dokter, perawat, hingga apoteker berpengalaman.
Para relawan menempuh rute darat menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut. Mereka membawa misi penting untuk memberikan pelayanan langsung di daerah terdampak.
Dukungan penuh juga datang dari MPKU Jawa Tengah. Wakil MPKU Jateng, dr. M. Arif Rida, M.M.R., menyatakan kesiapan lembaga dalam menyokong penuh seluruh respons darurat bencana.
Lazismu Jawa Tengah turut memastikan kesiapan tata kelola operasional dan logistik. Ketua Lazismu Jateng, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.Sei., berharap koordinasi lapangan dan akuntabilitas program berjalan lancar.
Misi Medis dan Spirit Kemanusiaan
Kebutuhan warga terdampak tidak sebatas logistik makanan semata. Masyarakat di lokasi bencana alam NTT juga memerlukan penanganan medis yang memadai.
Pengiriman tenaga kesehatan ini memicu pemulihan kondisi fisik masyarakat secara cepat. Selain itu, aksi relawan Muhammadiyah Jateng bencana NTT menjadi wujud nyata dari spirit Penolong Kesengsaraan Umum (PKU).
Muhammadiyah terus merawat komitmen kemanusiaan ini sejak awal berdirinya organisasi. Kehadiran relawan di lapangan sekaligus mengimplementasikan prinsip Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Misi ini sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Tim relawan diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal serta menjaga kesehatan selama bertugas di lokasi bencana.
Editor: Akmal



