MDMC Gelontorkan 58 Ribu Liter Air Bersih untuk Korban Kekeringan di Blora
PWMJATENG.COM, BLORA – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyalurkan 58.000 liter bantuan air bersih ke titik-titik krisis di Kabupaten Blora. Aksi kemanusiaan ini hadir di tengah kondisi darurat kemarau panjang tahun 2026. Langkah cepat relawan mendatangkan kelegaan bagi ratusan warga yang sedang menghadapi kekeringan di Blora.
Penanganan darurat ini menyasar wilayah yang paling parah terkena dampak krisis air bersih. Pasokan gratis tersebut langsung meringankan beban ekonomi masyarakat pelosok.
Warga Dukuh Cowean, Desa Buloh, Sugito, menceritakan beratnya beban finansial warga sebelum bantuan tiba. Sumber air warga mengering total, sehingga pembelian air secara mandiri menjadi satu-satunya pilihan.
“Untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat harus membeli air. Harganya sekitar Rp160 ribu sampai Rp250 ribu untuk satu rit atau setara 4.000 liter,” tutur Sugito.
Ia menambahkan bahwa variasi harga tersebut sangat bergantung pada jarak tempat pengambilan air ke pemukiman warga.
Sumur Warga Mengering Total
Senada dengan Sugito, Pak Kamidi yang juga warga Dukuh Cowean mengeluhkan dampak kekeringan di Blora. Kemarau panjang membuat seluruh cadangan air dalam sumur warga habis tak tersisa.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mencukupi kebutuhan air harian untuk memasak dan sanitasi. Beruntung, relawan Pos Ajuan 4 MDMC Blora segera mendistribusikan pasokan air ke lokasi mereka.
Ketua Pos Ajuan 4 MDMC Blora, Budi Ismail, menegaskan komitmennya untuk membantu warga terdampak kekeringan di Blora. Pihaknya menerjunkan tim relawan secara bertahap sejak Sabtu (15/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026).
Aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi Lazismu KL Kunduran, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah, serta warga setempat. Wilayah operasional mencakup Kecamatan Kunduran, Ngawen, hingga Todanan.
Distribusi Pasokan Air Gratis
Penyaluran air bersih dimulai pada Sabtu (15/8/2026) dengan menyalurkan 18.000 liter air untuk 180 KK di Desa Japah, Kecamatan Ngawen. Selanjutnya pada Selasa (18/8/2026), relawan mengarah ke Kecamatan Kunduran. Tim memasok 6.000 liter air di Desa Klokah bagi 30 KK, 12.000 liter di Desa Jegur bagi 65 KK, dan 6.000 liter di Desa Trembul untuk 50 KK.
Aksi tanggap darurat berlanjut pada Kamis (20/8/2026) dan Jumat (21/8/2026) di Desa Buloh. Relawan mengalirkan 16.000 liter air bersih yang menyasar Dukuh Cowean dan Dukuh Grogolan bagi 125 KK.
“Selama masyarakat masih membutuhkan, kami akan terus berupaya menyalurkan air bersih,” tegas Budi Ismail.
Budi juga membuka kesempatan bagi para dermawan yang ingin berdonasi bersama MDMC Blora. Secara keseluruhan, aksi ini telah menjangkau 12 titik distribusi dan membantu sekitar 450 kepala keluarga yang terdampak kekeringan di Blora.
Kontributor: Ikhwan Saifudin
Editor: Akmal



